Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Wartawan Diintimidasi Usai Malut United vs PSM Makassar, Wasit Tertahan 90 Menit di Stadion

Tulus Widodo • Minggu, 8 Maret 2026 | 08:46 WIB

Ilustrasi wartawan sepak bola.
Ilustrasi wartawan sepak bola.

RADARTUBAN - Suasana panas tak hanya terjadi di lapangan saat duel Malut United melawan PSM Makassar dalam lanjutan BRI Super League.

Ketegangan justru memuncak setelah peluit panjang berbunyi di Stadion Gelora Kie Raha, Sabtu (7/3) malam.

Sejumlah wartawan yang meliput pertandingan tersebut dilaporkan mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari seorang pria yang diduga merupakan official tim Malut United.

Insiden itu terjadi sekitar pukul 23.05 WIT, tak lama setelah pertandingan selesai.

Seorang jurnalis Radio Republik Indonesia Ternate, Irwan Djailani alias Bradex, yang saat itu sedang mendokumentasikan perjalanan perangkat pertandingan usai laga, tiba-tiba didatangi pria tersebut. Situasi kemudian berubah tegang.

Wartawan Diminta Menghapus Rekaman Video

Menurut laporan media lokal HalmaheraPost, pria yang diduga official tim itu meminta jurnalis menghapus rekaman video yang diambil sebagai bagian dari kerja jurnalistik.

Permintaan itu bahkan disampaikan dengan nada intimidatif. “Kamu wartawan, kamu harus hapus video itu,” teriak pria tersebut sembari memprovokasi sejumlah suporter yang berada di sekitar lokasi.

Tidak berhenti sampai di situ. Pria tersebut juga disebut meminta steward stadion untuk mengusir sejumlah wartawan dari tribun, meskipun para jurnalis tersebut memegang ID Card resmi Super League.

Bagi para pekerja media yang berada di lokasi, situasi itu jelas melampaui batas profesionalisme dalam sebuah pertandingan sepak bola.

Oknum Diduga Membuntuti Wasit

Ketegangan ternyata belum mereda. Oknum manajemen yang sama juga terlihat membuntuti tim perangkat pertandingan hingga menuju area ruang ganti wasit.
Setibanya di depan ruang ganti, situasi kembali memanas.

Menurut saksi di lokasi, pria tersebut beberapa kali menggedor pintu dengan keras sambil melontarkan umpatan dan ancaman kepada para wasit yang berada di dalam ruangan.

Aksi tersebut membuat perangkat pertandingan memilih tetap bertahan di dalam ruang ganti demi menghindari potensi konflik yang lebih besar.

Wasit Tertahan Hampir 90 Menit di Stadion

Akibat situasi yang tidak kondusif di luar ruang ganti, para wasit tidak bisa langsung meninggalkan stadion.

Tim perangkat pertandingan akhirnya tertahan di dalam stadion selama kurang lebih satu setengah jam setelah pertandingan berakhir.

Baru sekitar pukul 00.20 WIT, para wasit dapat keluar dari area stadion setelah aparat kepolisian bersama steward memastikan kondisi sudah aman.

Area stadion dipastikan steril dari potensi intimidasi, baik dari suporter maupun dari oknum official tim.

Alarm Serius bagi Keamanan Sepak Bola Nasional

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa keamanan pertandingan sepak bola tidak hanya soal suporter di tribun, tetapi juga perilaku individu yang berada di lingkaran resmi pertandingan.

Intimidasi terhadap jurnalis dan perangkat pertandingan jelas bertentangan dengan prinsip profesionalisme olahraga.

Bagi dunia sepak bola Indonesia, kejadian seperti ini seharusnya menjadi alarm keras bagi operator liga, federasi, dan penyelenggara pertandingan untuk memperketat pengawasan di dalam stadion.

Sebab, sepak bola tidak hanya tentang hasil pertandingan—tetapi juga tentang menjaga integritas, keselamatan, dan kebebasan pers di setiap sudut lapangan. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#wasit #jurnalis #Malut United #stadion #PSM Makassar