Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Prestasi Bela Diri Jatim Dinilai Tertinggal, Jepang Siap Turun Tangan Benahi Sistem Latihan

Bihan Mokodompit • Selasa, 10 Maret 2026 | 10:10 WIB

Ilustrasi Atlet Bela diri Jawa Timur
Ilustrasi Atlet Bela diri Jawa Timur

RADARTUBAN - Prestasi bela diri Jatim menjadi sorotan setelah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur membuka peluang kerja sama dengan Pemerintah Jepang untuk memperbaiki sistem pembinaan atlet di daerah tersebut.

Kerja sama ini dibahas dalam audiensi antara Ketua Umum KONI Jawa Timur Muhammad Nabil dengan Konsul Jenderal Jepang di Surabaya Kaori Morohira di Kantor KONI Jatim pada Kamis, 5 Maret 2026.

Langkah tersebut diharapkan mampu memperbaiki kualitas pembinaan olahraga sekaligus meningkatkan daya saing atlet daerah di tingkat nasional maupun internasional.

Fokus utama dari kerja sama ini adalah memperbaiki prestasi bela diri Jatim, khususnya cabang olahraga yang berasal dari Jepang seperti judo, karate, dan kempo.

Selain itu, kolaborasi juga diarahkan untuk memperkuat pembinaan atlet Jatim melalui peningkatan kapasitas pelatih serta penerapan metode latihan modern.

Program tersebut juga berpotensi mempererat kerja sama olahraga Indonesia Jepang yang selama ini sudah berjalan dalam beberapa bidang olahraga.

Di sisi lain, dukungan dari Jepang diharapkan dapat memperkuat sistem pelatihan atlet Jepang yang selama ini dikenal disiplin dan berstandar internasional.

Evaluasi Prestasi Bela Diri Jatim

Ketua Umum KONI Jawa Timur Muhammad Nabil mengakui bahwa sejumlah cabang olahraga bela diri asal Jepang di Jawa Timur masih perlu peningkatan prestasi agar mampu bersaing di tingkat internasional.

Ia menilai momentum kerja sama dengan Jepang dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki sistem pembinaan sekaligus meningkatkan prestasi bela diri Jatim dalam berbagai kejuaraan.

“Ini peluang positif. Kita memiliki cabang olahraga yang berasal dari Jepang seperti judo, karate, dan kempo. Secara prestasi, kami merasa masih ada ketertinggalan di bidang-bidang ini.

Dengan bantuan langsung dari negara asalnya, kami ingin menghadirkan standardisasi baru agar atlet kita memiliki daya saing yang setara dengan atlet kelas dunia,” tegas Nabil.

Menurutnya, peningkatan pembinaan atlet Jatim menjadi langkah penting agar kualitas latihan dapat mengikuti perkembangan olahraga dunia.

Ia juga menilai pendekatan yang dilakukan Jepang dalam pelatihan atlet Jepang bisa menjadi referensi penting bagi pelatih di daerah.

KONI Jatim berharap melalui kerja sama olahraga Indonesia Jepang, atlet daerah mampu mengejar ketertinggalan dari negara lain yang sudah lebih maju dalam sistem pembinaan olahraga.

Jepang Siapkan Dukungan Teknis

Konsul Jenderal Jepang di Surabaya Kaori Morohira menyatakan bahwa pemerintah Jepang siap memberikan dukungan teknis untuk pengembangan olahraga di Jawa Timur.

Bantuan tersebut meliputi pelatihan atlet, peningkatan kualitas pelatih, hingga penyesuaian standar peralatan olahraga agar mendekati standar internasional.

Menurut Kaori, langkah awal yang dilakukan adalah melakukan survei untuk memetakan kebutuhan cabang olahraga yang berkembang di Jawa Timur.

“Kami sedang melakukan survei dan angket untuk mengetahui kebutuhan konkret di lapangan. Jepang memiliki komunitas yang kuat di bidang bela diri seperti judo, kendo, karate, hingga aikido.

Kami membuka ruang seluas-luasnya untuk komunikasi lebih lanjut, mulai dari penyelenggaraan turnamen hingga dukungan teknis lainnya,” ujar Kaori Morohira.

Melalui survei tersebut, pemerintah Jepang ingin memastikan bahwa kerja sama olahraga Indonesia Jepang benar-benar menjawab kebutuhan pembinaan olahraga di daerah.

Selain bela diri, kerja sama ini juga berpotensi mencakup cabang olahraga lain seperti panjat tebing, softball, senam, hingga gulat.

Pelatih Jepang Akan Datang ke Surabaya

KONI Jawa Timur juga berencana mendatangkan pelatih dari Jepang untuk memberikan pelatihan langsung kepada atlet daerah.

Langkah ini dinilai lebih efektif dibandingkan mengirim atlet ke luar negeri karena dapat menjangkau lebih banyak peserta latihan sekaligus.

Menurut Nabil, kehadiran pelatih dari Jepang akan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan prestasi bela diri Jatim.

Pelatih lokal juga diharapkan dapat mempelajari metode pelatihan atlet Jepang yang terkenal sistematis dan disiplin.

Transfer pengetahuan tersebut diyakini mampu memperkuat pembinaan atlet Jatim dalam jangka panjang.

Selain itu, pemerintah Jepang juga berencana memperkenalkan olahraga kendo secara lebih luas di Jawa Timur.

Program tersebut menjadi bagian dari penguatan kerja sama olahraga Indonesia Jepang yang diharapkan dapat mulai berjalan pada tahun 2026.

KONI Jatim optimistis kolaborasi ini dapat membuka peluang baru bagi atlet daerah untuk meningkatkan prestasi dan menembus kompetisi internasional. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#koni jawa timur #Bela Diri #jepang #judo #atlet #bekerja sama