RADARTUBAN – Suasana tidak biasa menyelimuti kubu SS Lazio. Pelatih kepala mereka, Maurizio Sarri, secara terbuka melontarkan kritik tajam terhadap beberapa situasi yang sedang terjadi di klub ibu kota Italia tersebut.
Dalam pernyataannya yang dikutip dari jurnalis Italia Nicolò Schira, Sarri menyoroti atmosfer stadion yang dinilainya jauh dari ideal bagi sebuah tim besar Serie A.
Sarri bahkan tidak menyembunyikan rasa kecewanya. “Stadion yang kosong itu buruk, menyedihkan, dan membuat depresi. Ini saatnya klub melakukan sesuatu.” kata Sarri.
Pernyataan itu menggambarkan keresahan yang cukup dalam dari seorang pelatih yang dikenal vokal ketika merasa ada sesuatu yang tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Stadion Sepi Jadi Sorotan
Atmosfer stadion yang kurang bergairah menjadi salah satu hal yang paling mengganggu Sarri.
Dalam sepak bola Italia, dukungan suporter sering dianggap sebagai energi tambahan bagi tim di lapangan.
Namun, kondisi berbeda justru dirasakan Lazio belakangan ini.
Sarri menilai stadion yang tidak terisi penuh bukan sekadar persoalan jumlah penonton. Lebih dari itu, pelatih 67 tahun itu melihatnya sebagai tanda bahwa ada sesuatu yang perlu segera dibenahi oleh manajemen klub.
Kondisi tersebut bisa berdampak langsung pada mental pemain serta aura pertandingan yang seharusnya penuh tekanan bagi lawan.
Absennya Provedel Dianggap Pukulan Berat
Selain soal atmosfer stadion, Sarri juga menyinggung absennya penjaga gawang utama Lazio, Ivan Provedel.
Pelatih asli Italia itu menyebut situasi tersebut sebagai kehilangan yang serius bagi tim. “Absennya Provedel adalah masalah besar.” tuturnya.
Provedel selama ini dikenal sebagai salah satu pilar penting di bawah mistar Lazio. Konsistensinya membuat lini pertahanan Biancocelesti terasa lebih stabil dalam beberapa musim terakhir.
Tanpa kehadirannya, keseimbangan tim tentu ikut terpengaruh.
Sarri Akui Tak Setuju Mandas Dijual
Dalam kesempatan yang sama, Sarri juga menyinggung keputusan klub terkait masa depan kiper muda Christos Mandas.
Mantan allenatore Juventus itu secara terang-terangan mengaku tidak sejalan dengan keputusan manajemen.
“Saya benar-benar tidak setuju dengan klub mengenai penjualan Mandas,” tegas mantan pelatih Napoli itu.
Pernyataan ini memperlihatkan adanya perbedaan pandangan antara pelatih dan manajemen dalam menentukan arah kebijakan skuad.
Bagi seorang pelatih, kedalaman skuad—terutama di posisi penjaga gawang—sering menjadi faktor krusial dalam menghadapi musim panjang yang penuh tekanan.
Motta Dinilai Berkembang, Tapi Sarri Enggan Membebani
Di tengah kritik yang disampaikan, Sarri juga sempat menyinggung perkembangan pemain muda Motta.
Namun, Sarri memilih untuk tidak banyak berbicara demi melindungi sang pemain dari tekanan.
“Motta berlatih dengan sangat baik. Saya tidak membicarakannya agar tidak memberi tekanan kepadanya,” kata pelatih kelahiran Napoli itu.
Komentar ini menunjukkan sisi lain Sarri: keras terhadap sistem, tetapi berhati-hati ketika menyangkut perkembangan pemain muda.
Alarm Keras untuk Lazio
Rentetan komentar Sarri bisa dibaca sebagai sinyal bahwa situasi di Lazio sedang tidak sepenuhnya harmonis.
Kritik terhadap stadion yang sepi, absennya pemain penting, hingga keputusan transfer menunjukkan adanya beberapa persoalan yang masih menggantung.
Bagi Lazio, ini bisa menjadi alarm serius. Sebab, ketika pelatih mulai berbicara secara terbuka di depan publik, biasanya ada pesan kuat yang ingin disampaikan kepada manajemen klub.
Kini pertanyaannya bukan hanya soal performa di lapangan. Lebih dari itu, bagaimana klub merespons kegelisahan pelatihnya sendiri. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni