RADARTUBAN - Harapan besar yang sempat menyelimuti kedatangan Luis Henrique di klub raksasa Serie A, Inter Milan mulai berubah menjadi kekecewaan.
Performa sang winger kembali disorot setelah tampil di bawah ekspektasi dalam derby panas kontra AC Milan.
Media Italia, Corriere dello Sport, melaporkan bahwa manajemen Inter mulai kehilangan kesabaran terhadap pemain berusia 24 tahun tersebut.
Padahal, klub Nerazzurri sudah mengeluarkan dana besar untuk memboyongnya musim panas lalu.
Inter diketahui menggelontorkan sekitar € 24 juta demi merekrut Henrique, yang sebelumnya memperkuat Botafogo sebelum sempat bermain di Olympique de Marseille.
Namun, investasi itu hingga kini belum menghasilkan dampak signifikan di lapangan.
Kesempatan Besar yang Tak Dimanfaatkan
Situasi sebenarnya sempat berpihak kepada Henrique. Absennya wing-back utama Inter, Denzel Dumfries, dalam jangka panjang membuka ruang besar bagi Henrique untuk membuktikan dirinya.
Kesempatan bermain meningkat. Jam terbang bertambah. Kepercayaan pelatih pun sempat diberikan.
Sayangnya, momen itu justru tidak mampu dimanfaatkan maksimal.
Alih-alih tampil konsisten, performa Henrique cenderung naik-turun. Dalam beberapa pertandingan penting, kontribusinya dinilai minim—baik dalam kreativitas serangan maupun efektivitas di sepertiga akhir lapangan.
Derby Milan terbaru menjadi contoh paling jelas. Di laga yang selalu sarat tekanan dan sorotan publik, Henrique gagal menunjukkan kualitas yang diharapkan dari pemain dengan harga mahal.
Investasi Mahal yang Mulai Dipertanyakan
Di balik layar, dinamika mulai berubah. Pihak klub kini mempertimbangkan berbagai opsi, termasuk kemungkinan melepas Henrique lebih cepat dari rencana awal.
Laporan dari media Italia menyebutkan situasi tersebut secara gamblang: “Inter mulai frustrasi dengan Luis Henrique setelah penampilan mengecewakan lainnya di derby Milan.”
“Meskipun Inter mengeluarkan sekitar € 24 juta untuk merekrutnya musim panas lalu, pemain berusia 24 tahun itu gagal memenuhi ekspektasi musim ini meski diberi banyak waktu dan kesempatan untuk membuktikan kemampuannya.” lanjut laporan Corriere dello Sport.
Kutipan tersebut mencerminkan bagaimana kepercayaan klub mulai terkikis.
Masa Depan Masih Terbuka, Tapi Waktu Menipis
Sepak bola Italia dikenal tidak sabar terhadap pemain yang gagal memenuhi ekspektasi—terutama jika transfernya melibatkan angka besar.
Bagi Henrique, situasinya kini berada di persimpangan. Ia masih memiliki waktu untuk membalikkan persepsi publik dan manajemen, tetapi margin kesalahannya semakin tipis.
Jika performa tak segera meningkat, musim panas mendatang bisa menjadi titik di mana Inter memutuskan mengakhiri eksperimen yang mahal ini lebih cepat dari rencana.
Di klub sebesar Inter, peluang memang selalu ada. Namun, ketika peluang berulang kali datang dan tak dimanfaatkan, kesabaran biasanya tidak bertahan lama. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni