RADARTUBAN - Iran Terancam Absen di Piala Dunia 2026 setelah pemerintah negara tersebut memberi sinyal kuat untuk tidak ikut serta dalam turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut.
Pernyataan tersebut muncul di tengah memanasnya konflik Timur Tengah yang melibatkan Iran dengan sejumlah negara di kawasan tersebut.
Situasi politik yang tidak stabil membuat masa depan Timnas Iran di Piala Dunia 2026 menjadi tanda tanya besar.
Ketegangan meningkat setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel dilaporkan menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei.
Setelah peristiwa tersebut, posisi kepemimpinan Iran disebutkan diteruskan oleh putranya, Mojtaba Khamenei.
Serangan tersebut memicu respons militer Iran yang mengarah ke sejumlah negara di kawasan Timur Tengah.
Beberapa negara yang disebut terdampak dalam eskalasi konflik Timur Tengah antara lain Israel, Qatar, Kuwait, Bahrain, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Oman, hingga Siprus.
Dampak Konflik Meluas Hingga Dunia Olahraga
Ketegangan politik di kawasan tersebut juga berdampak pada berbagai agenda olahraga internasional.
Sejumlah kegiatan olahraga internasional bahkan terpaksa dibatalkan akibat situasi keamanan yang tidak menentu.
Salah satunya adalah pembatalan tur England Lions dan tim kriket wanita Inggris ke Uni Emirat Arab.
Selain itu, seri balapan Formula 1 yang dijadwalkan berlangsung di Bahrain dan Arab Saudi juga menghadapi ketidakpastian.
Situasi keamanan di kawasan konflik Timur Tengah menjadi salah satu faktor utama yang dipertimbangkan oleh berbagai federasi olahraga.
Ketidakpastian ini juga menimbulkan kekhawatiran terkait partisipasi Timnas Iran di Piala Dunia 2026.
FIFA dan Amerika Serikat Buka Pintu
Presiden FIFA, Gianni Infantino, sebelumnya menyampaikan bahwa pihaknya telah berdiskusi dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Pertemuan tersebut membahas kemungkinan kehadiran Timnas Iran di Piala Dunia 2026 yang sebagian pertandingannya digelar di Amerika Serikat.
Dalam pernyataannya, Infantino menegaskan bahwa pemerintah Amerika Serikat tetap membuka pintu bagi Iran untuk bertanding.
“Kami juga membahas situasi terkini di Iran, serta fakta bahwa tim Iran telah lolos untuk berpartisipasi dalam Piala Dunia FIFA 2026. Dalam diskusi tersebut, Presiden Trump menegaskan kembali bahwa tim Iran tentu saja dipersilakan untuk bertanding di turnamen yang akan berlangsung di Amerika Serikat.”
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa secara resmi Piala Dunia 2026 masih membuka kesempatan bagi Timnas Iran untuk berpartisipasi.
Baca Juga: AC Milan Incar Johan Vasquez Usai Piala Dunia, Genoa Pasang Harga Rp 320–360 Miliar
Pernyataan Tegas Menteri Olahraga Iran
Meski demikian, sikap berbeda justru disampaikan oleh Menteri Olahraga Iran, Ahmad Donyamali.
Ia menyatakan bahwa situasi keamanan saat ini membuat negaranya sulit untuk tampil dalam turnamen tersebut.
"Mempertimbangkan bahwa rezim korup tersebut telah membunuh pemimpin kami, dalam kondisi apa pun kami tidak dapat berpartisipasi di Piala Dunia.
Anak-anak kami tidak aman, dan pada dasarnya kondisi untuk berpartisipasi tidak ada.
Dengan tindakan jahat yang mereka lakukan terhadap Iran, mereka telah memaksakan dua perang kepada kami selama delapan atau sembilan bulan terakhir dan telah membunuh serta membuat ribuan rakyat kami gugur.
Oleh karena itu, kami tentu tidak dapat hadir dalam ajang tersebut.”
Pernyataan tersebut semakin memperkuat kemungkinan Iran Terancam Absen di Piala Dunia 2026.
Jadwal Pertandingan Iran di Piala Dunia
Menurut jadwal yang telah ditetapkan FIFA, Timnas Iran sebenarnya sudah masuk dalam fase grup Piala Dunia 2026.
Iran dijadwalkan menghadapi Selandia Baru pada pertandingan pertama yang berlangsung pada 16 Juni di Inglewood, California.
Selain itu, Timnas Iran juga berada satu grup dengan Mesir dan Belgia dalam kompetisi tersebut.
Turnamen Piala Dunia 2026 sendiri dijadwalkan mulai berlangsung pada 11 Juni dengan pertandingan pembuka di Meksiko.
Namun hingga saat ini, ketidakpastian akibat konflik Timur Tengah membuat keikutsertaan Iran masih menunggu perkembangan situasi politik dan keamanan di kawasan tersebut. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni