Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Gasperini Kritik Sistem Sepak Bola Italia Usai Rentetan Kegagalan Klub Serie A di Liga Champions

Tulus Widodo • Kamis, 12 Maret 2026 | 08:54 WIB

Pelatih Roma Gian Piero Gasperini
Pelatih Roma Gian Piero Gasperini

RADARTUBAN – Alarm keras kembali terdengar dari panggung sepak bola Italia. Pelatih berpengalaman Gian Piero Gasperini melontarkan kritik tajam terhadap performa klub-klub Italia di kompetisi Eropa, terutama di UEFA Champions League.

Menurut Gasperini, kegagalan klub-klub dari Serie A musim ini bukan sekadar hasil buruk biasa.

Pelatih AS Roma itu menilai situasi tersebut justru lebih mengkhawatirkan dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Pernyataan itu disampaikan Gasperini dan kemudian dikutip oleh jurnalis sepak bola Guido Olivares melalui akun media sosialnya.

Baca Juga: Prediksi Skor Real Madrid vs Manchester City di Liga Champions: Inilah Alasan Mengapa Wakil Inggris Difavoritkan

Puasa Gelar Liga Champions Sejak 2010

Gasperini menyoroti fakta pahit yang sudah lama menghantui sepak bola Italia: klub-klub Serie A belum mampu kembali menjuarai Liga Champions selama lebih dari satu dekade.

Trofi terakhir datang dari Inter Milan pada 2010 di era kepelatihan José Mourinho.

“Kegagalan klub-klub Italia di Liga Champions? Tahun ini bahkan lebih negatif dibanding tahun-tahun sebelumnya, terutama di Liga Champions yang belum dimenangkan oleh klub Italia sejak 2010,” kata Gasperini.

Pernyataan itu menjadi refleksi keras atas menurunnya daya saing klub-klub Italia di panggung Eropa.

Berkaitan dengan Krisis Tim Nasional

Gasperini juga melihat adanya hubungan langsung antara performa klub dan kondisi Tim Nasional Italia.

Dalam beberapa tahun terakhir, Italia memang menghadapi periode sulit, termasuk kegagalan lolos ke dua edisi FIFA World Cup secara beruntun.

“Namun ini sejalan dengan masalah tim nasional, yang kami harapkan bisa mencapai Piala Dunia. Ini bukan kebetulan, semuanya berjalan beriringan dan kami sedang berada dalam momen yang sulit,” tutur pelatih 68 tahun itu.

Menurutnya, performa buruk klub dan tim nasional adalah dua sisi dari masalah yang sama.

Masalah Lebih Dalam dari Sekadar Hasil Pertandingan

Gasperini menegaskan persoalan sepak bola Italia jauh lebih kompleks dibanding sekadar kalah di lapangan.

Mantan pelatih Atalanta itu menilai akar masalah justru berasal dari sistem pembinaan pemain muda serta cara klub membangun tim.

“Ada masalah yang jauh lebih dalam, yang berasal dari sektor pemain muda dan dari cara tim-tim dibangun. Jika hasilnya seperti ini, masalah tersebut harus dihadapi dan melibatkan semua pihak,” tandas pelatih kelahiran Grugliasco, Italia itu.

Pernyataan itu menyinggung salah satu kritik lama terhadap sepak bola Italia: minimnya ruang bagi talenta muda lokal berkembang di level tertinggi.

Tantangan Besar untuk Masa Depan Serie A

Ucapan Gasperini mencerminkan kegelisahan yang dirasakan banyak pelaku sepak bola di Italia.

Serie A memang masih memiliki sejarah besar dan klub-klub legendaris, tetapi dominasi di Eropa perlahan memudar.

Klub-klub dari Inggris dan Spanyol kini lebih konsisten bersaing di fase-fase akhir Liga Champions.

Jika akar persoalan yang disinggung Gasperini tidak segera dibenahi—mulai dari akademi, strategi pembangunan skuad, hingga keberanian memberi kesempatan kepada pemain muda—maka jarak antara Serie A dan elite sepak bola Eropa bisa semakin melebar.

Dan bagi Italia, itu bukan sekadar krisis prestasi. Itu adalah peringatan serius tentang masa depan sepak bola mereka. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Liga Champions #krisis tim nasional #gian piero gasperini #serie A #uefa champions league #Pelatih AS Roma