Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Stadion Riazor Mundur dari Piala Dunia 2030, Kota A Coruña Pilih Prioritaskan Keberlanjutan

Bihan Mokodompit • Selasa, 17 Maret 2026 | 11:35 WIB

Stadion Riazor, di kota A Coruna, Spanyol.
Stadion Riazor, di kota A Coruna, Spanyol.

RADARTUBAN - Keputusan Stadion Riazor Mundur dari Piala Dunia 2030 resmi diumumkan oleh pemerintah kota A Coruña bersama pengelola stadion dan pihak klub.

Keputusan tersebut diambil setelah berbagai pertimbangan terkait keberlanjutan pembangunan stadion dan kondisi finansial klub Deportivo de La Coruña.

Stadion yang menjadi markas Deportivo de La Coruña itu sebelumnya masuk dalam daftar venue yang dipilih untuk menggelar pertandingan FIFA World Cup 2030.

Namun rencana tersebut akhirnya dibatalkan setelah pihak kota dan klub menilai proyek ekspansi stadion berisiko terhadap stabilitas finansial jangka panjang.

Kapasitas Stadion Jadi Kendala Utama

Saat ini Estadio Riazor memiliki kapasitas sekitar 32.471 kursi penonton.

Jumlah tersebut masih berada di bawah standar minimal yang ditetapkan FIFA untuk penyelenggaraan pertandingan FIFA World Cup 2030.

Regulasi FIFA menyebutkan bahwa stadion harus memiliki kapasitas setidaknya 40.000 penonton untuk bisa menjadi tuan rumah pertandingan turnamen tersebut.

Pihak Deportivo de La Coruña sebenarnya sempat mempertimbangkan rencana perluasan kapasitas hingga sekitar 48.000 kursi.

Namun rencana pengembangan Estadio Riazor dinilai membutuhkan anggaran besar yang berpotensi membebani keuangan klub.

Fokus Klub pada Stabilitas dan Pengembangan Tim

Dalam pernyataan resmi yang pernah disampaikan klub pada 2024, manajemen Deportivo de La Coruña menegaskan bahwa prioritas mereka bukan pada proyek stadion berskala besar.

“Prioritas RC Deportivo adalah mempertahankan stadion Riazor yang berkapasitas 32.471 penonton sesuai dengan kebutuhan para pelanggan kami, serta menyediakan anggaran yang diperlukan untuk membangun tim dan berinvestasi dalam pengembangan serta pertumbuhan klub.”

“Baik klub maupun para pemegang saham tidak bersedia mempertaruhkan keberlanjutan finansial klub.”

Pernyataan itu menunjukkan bahwa manajemen lebih memilih menjaga stabilitas klub daripada memaksakan proyek besar demi FIFA World Cup 2030.

Komitmen Modernisasi Stadion

Meski keputusan Stadion Riazor Mundur dari Piala Dunia 2030 telah diambil, pemerintah kota A Coruña tetap berkomitmen melakukan modernisasi fasilitas stadion.

Komitmen tersebut disampaikan oleh wali kota Inés Rey bersama pemerintah daerah setempat.

Menurut Inés Rey, kota A Coruña memang memiliki keinginan kuat untuk menjadi tuan rumah pertandingan FIFA World Cup 2030.

Namun pemerintah kota menilai bahwa penyelenggaraan turnamen tidak boleh mengorbankan stabilitas anggaran daerah.

“Kami memang ingin menjadi tuan rumah pertandingan Piala Dunia, tetapi tidak bisa melakukannya dengan mengorbankan apa pun.”

A Coruña Tetap Ingin Mengembangkan Infrastruktur Olahraga

Presiden Dewan Provinsi A Coruña, Valentín González Formoso, menegaskan bahwa wilayahnya tetap membutuhkan peningkatan infrastruktur olahraga.

Menurutnya, kota tersebut berhak mendapatkan dukungan pembangunan seperti yang dilakukan di berbagai wilayah Eropa.

“Di tengah gelombang peningkatan infrastruktur olahraga di Eropa, A Coruña pantas mendapatkan komitmen yang jelas dari pemerintah, yang akan kami realisasikan dalam beberapa minggu dan bulan ke depan.”

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa meski Stadion Riazor Mundur dari Piala Dunia 2030, rencana pengembangan fasilitas olahraga tetap menjadi agenda pemerintah daerah.

Keputusan itu juga diharapkan mampu menjaga keberlanjutan Stadion Riazor sekaligus mendukung perkembangan Deportivo La Coruna dalam jangka panjang. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#piala dunia #A Coruna #stadion riazor #fifa world cup