RADARTUBAN – Ambisi besar Como 1907 untuk naik kelas ke elite Eropa kini diuji dalam satu pertaruhan krusial: mempertahankan Nico Paz dari cengkeraman Real Madrid.
Mengutip laporan jurnalis transfer Nicolo Schira di akun X, situasi Como saat ini tak sederhana.
“Como sedang bekerja dan mendorong untuk mempertahankan Nico Paz meski ada klausul pembelian kembali Real Madrid sebesar € 10 juta.” tulis Schira.
Pernyataan itu menegaskan satu hal: masa depan Paz masih jauh dari kata aman.
Liga Champions Jadi Kunci Segalanya
Dalam dinamika yang berkembang, satu faktor disebut bisa mengubah arah cerita: Liga Champions UEFA.
Jika Como berhasil menembus kompetisi paling prestisius di Eropa itu, peluang mereka mempertahankan Paz akan meningkat drastis.
Bukan sekadar soal gengsi, Liga Champions adalah magnet. Bagi pemain muda seperti Paz, tampil di panggung besar adalah jalan percepatan karier.
Como yang diarsiteki pelatih Cesc Fabregas memahami itu—dan kini mereka sedang berlari mengejar mimpi yang sama dengan para raksasa.
Klausul yang Menggantung Hingga 2027
Namun di balik optimisme tersebut, bayang-bayang Real Madrid tetap nyata. Klub raksasa Spanyol itu memiliki klausul buyback senilai € 10 juta yang berlaku hingga musim panas 2027.
Artinya, kapan pun Madrid merasa waktunya tepat, mereka bisa memulangkan Paz tanpa negosiasi rumit.
Dalam konteks sepak bola modern, ini seperti “rem darurat” yang bisa ditarik kapan saja.
Situasi ini menempatkan Como dalam posisi rentan: mereka membangun, tapi belum tentu bisa memiliki sepenuhnya.
Proyek Djarum dan Masa Depan Como
Di sisi lain, keberanian Como tak lahir tanpa arah. Klub ini berada di bawah kepemilikan Grup Djarum, yang mendorong transformasi besar-besaran—dari tim pinggiran menjadi penantang serius di Serie A.
Investasi pada pemain muda seperti Nico Paz adalah bagian dari fondasi jangka panjang.
Como tidak ingin sekadar bertahan, tetapi menciptakan identitas sebagai klub pengembang talenta dengan daya saing tinggi.
Baca Juga: Nico Paz Bikin Gempar Serie A: Tolak Klub Besar, Raih Penghargaan Pemain Muda Terbaik
Antara Ambisi dan Realita
Kini, segalanya kembali pada hasil di lapangan. Jika Como mampu finis di zona Liga Champions, mereka bukan hanya mempertahankan Paz, tetapi juga mengunci kepercayaan publik terhadap proyek besar ini.
Namun jika gagal, skenario terburuk mulai membayangi: kehilangan pemain kunci yang baru saja berkembang.
Sepak bola tak pernah memberi kepastian—hanya peluang. Dan bagi Como, peluang itu kini sedang diperjuangkan hingga peluit akhir musim. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni