RADARTUBAN – Aroma revolusi besar mulai tercium di tubuh raksasa Serie A, Juventus.
Proyek jangka panjang menuju musim 2026/2027 kini mulai disusun, dan satu nama berada di balik arah baru itu: Luciano Spalletti.
Mengutip laporan Tuttosport, sejumlah pemain telah mendapat “lampu hijau” dari Spalletti untuk menjadi tulang punggung proyek baru Bianconeri.
Dalam laporan tersebut disebutkan, “para pemain Juventus yang mendapat persetujuan Luciano Spalletti untuk memimpin proyek 2026/2027 adalah Bremer, Kalulu, McKennie, Yildiz, Vlahovic, Cambiaso, Locatelli, Thuram, Conceição, Boga, dan Kelly.”
Daftar ini menjadi sinyal jelas: Juventus tidak hanya membangun ulang, tetapi juga menentukan siapa yang layak bertahan dalam era baru.
Baca Juga: Performa Nico Gonzalez Bangkit di Atletico Madrid, Luciano Spalletti Tertarik Bawa ke Juventus
Pilar Baru Bianconeri
Nama-nama seperti Dušan Vlahović dan Manuel Locatelli tetap menjadi pusat proyek. Sementara talenta muda seperti Kenan Yıldız mulai mendapat kepercayaan besar.
Kombinasi ini menunjukkan pendekatan Spalletti: menjaga keseimbangan antara pengalaman dan energi muda.
Juventus tampaknya tak ingin lagi terjebak dalam skuad yang timpang seperti beberapa musim terakhir.
Masa Depan Menggantung
Namun tak semua pemain berada di zona aman. Dalam laporan yang sama ditegaskan, “dalam posisi meragukan atau bisa ditransfer: Koopmeiners, Miretti, dan Gatti (tergantung pada tawaran).”
Situasi ini membuka pintu spekulasi besar di bursa transfer. Juventus siap melepas pemain jika ada tawaran yang dianggap menguntungkan secara teknis maupun finansial.
Lebih tajam lagi, beberapa nama bahkan disebut hampir keluar dari proyek. “Pemain seperti Openda, David, Zhegrova, dan Adzic tampaknya sudah satu kaki keluar dari proyek karena performa buruk atau keputusan teknis.” tulis Tuttosport.
Tegas dan Tanpa Kompromi
Pendekatan Spalletti terlihat jelas: tidak ada ruang bagi inkonsistensi.
Pelatih berkepala plontos itu dikenal sebagai pelatih dengan standar tinggi.
Dan, Juventus tampaknya memberi kepercayaan penuh untuk melakukan penyaringan skuad.
Ini bukan sekadar rotasi biasa, melainkan upaya membangun identitas baru—lebih agresif, lebih modern, dan lebih kompetitif di level Eropa.
Ujian Sesungguhnya Dimulai
Langkah ini tentu berisiko. Mengganti fondasi tim bukan perkara mudah, apalagi bagi klub sebesar Juventus yang selalu dibebani target juara.
Namun di sisi lain, stagnasi juga bukan pilihan. Dalam beberapa musim terakhir, performa Juventus kerap naik-turun dan kehilangan konsistensi di momen krusial.
Kini, semua bergantung pada keberanian menjalankan rencana. Jika berhasil, Juventus bisa kembali menjadi kekuatan dominan. Jika gagal, proyek ini bisa menjadi awal dari fase transisi yang panjang.
Satu hal pasti: era baru Bianconeri sudah dimulai—dan tidak semua akan ikut di dalamnya. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni