RADARTUBAN - Jika kompetisi Serie A dihentikan hari ini, Como 1907 seharusnya sudah bisa merayakan tiket menuju Liga Champions.
Sebuah pencapaian luar biasa bagi klub yang tengah bangkit dan mendapat sorotan berkat dukungan kuat dari pemiliknya, Group Djarum.
Namun, realitas berkata lain. Mimpi itu kini justru berada di ambang kegagalan—bukan karena performa di lapangan, melainkan masalah administratif yang kompleks.
14 Parameter Belum Beres, Alarm Bahaya Menyala
Laporan dari SportMediaset mengungkap fakta mencemaskan. Como yang diarsiteki Cesc Fabregas disebut belum memenuhi hingga 14 parameter penting untuk mendapatkan lisensi UEFA.
Masalahnya tidak sepele. Mulai dari aspek finansial, infrastruktur, hingga regulasi skuad—semuanya masih menyisakan celah.
Dalam dunia sepak bola modern, lisensi UEFA bukan formalitas. Ini adalah “gerbang wajib” yang menentukan apakah sebuah klub layak tampil di panggung elite Eropa.
Tanpa itu, prestasi di klasemen bisa menjadi sia-sia.
Stadion Jadi Titik Lemah Paling Nyata
Salah satu kendala paling konkret adalah stadion. Kandang Como saat ini - Stadio Giuseppe Sinigaglia Djarum - belum memenuhi standar kompetisi Eropa.
Sebagai solusi darurat, klub bahkan memasukkan stadion milik Udinese sebagai alternatif.
Langkah ini menunjukkan situasi genting. Bermain di stadion “pinjaman” bukan hanya soal teknis, tetapi juga menyangkut identitas dan dukungan suporter. Liga Champions tanpa bermain di rumah sendiri jelas bukan skenario ideal.
Masalah Skuad: Jauh dari Syarat UEFA
Lebih pelik lagi, regulasi skuad UEFA menjadi batu sandungan serius. Aturan mewajibkan setiap klub memiliki minimal delapan pemain yang “dibesarkan” di Italia, dengan empat di antaranya berasal dari akademi sendiri.
Faktanya, Como berada jauh dari kriteria itu.
Saat ini, mereka hanya memiliki dua pemain Italia: Vigorito dan Goldaniga. Bahkan, hanya Goldaniga yang sempat tampil—itu pun hanya satu menit.
Situasi ini membuat Como praktis kesulitan menyusun daftar pemain yang memenuhi syarat kompetisi Eropa.
Ini bukan sekadar kekurangan—ini krisis struktur tim.
Langkah Darurat Presiden Klub
Di tengah tekanan waktu, Presiden klub, Mirwan Suwarso, dikabarkan tengah menyiapkan langkah darurat.
Mirwan berencana mengajukan permohonan dispensasi kepada UEFA demi menyelamatkan peluang tampil di Liga Champions.
Namun, dispensasi bukan jaminan. UEFA dikenal ketat dalam menegakkan regulasi, terutama terkait lisensi dan fair play.
Waktu Jadi Musuh Terbesar
Kini, Como berpacu dengan waktu. Mereka tidak hanya harus mempertahankan posisi di klasemen, tetapi juga membenahi fondasi klub secara menyeluruh.
Skenario terburuk bukan lagi mustahil: lolos ke Liga Champions, tapi gagal tampil.
Dan jika itu terjadi, kisah Como akan berubah dari dongeng indah menjadi ironi paling pahit di sepak bola Eropa musim ini. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama