RADARTUBAN – Bursa transfer Eropa mulai memanas, dan satu nama yang kembali mencuri perhatian adalah Franck Kessié.
Gelandang asal Pantai Gading itu dikabarkan membuka peluang pulang ke Italia setelah masa kontraknya bersama Al-Ahli akan berakhir pada Juni mendatang.
Informasi tersebut diungkap jurnalis transfer ternama Nicolò Schira melalui akun X pribadinya.
“Franck Kessié terbuka untuk kembali ke Serie A, di mana dua klub Italia telah meminta informasi dan menunjukkan ketertarikan terhadap gelandang Al-Ahli tersebut. Kontraknya dengan klub Saudi berakhir pada Juni.” tulis Schira.
Sinyal Pulang ke Italia Makin Kuat
Situasi kontrak yang segera habis membuat posisi Kessié menjadi sangat menarik di pasar.
Tanpa biaya transfer, ia berpotensi menjadi salah satu “free agent” paling diburu musim panas ini.
Italia bukan tempat asing bagi Kessié. Ia pernah menjadi sosok penting saat memperkuat AC Milan. Bahkan, menjadi bagian krusial dalam keberhasilan Rossoneri meraih gelar Serie A.
Karakter kuat, stamina tanpa henti, serta kemampuan duel fisik menjadikannya gelandang yang sulit tergantikan pada masa itu.
Namun sejak hijrah ke Arab Saudi, sorotan terhadap performanya cenderung meredup.
Kompetisi yang berbeda atmosfer membuat eksposurnya tidak sebesar saat masih bermain di Eropa.
Dua Klub Italia Sudah Bergerak
Meski belum disebutkan identitasnya, dua klub Serie A dilaporkan sudah mengambil langkah awal dengan meminta informasi.
Ini menandakan Kessié masih memiliki nilai tinggi di mata klub-klub Italia.
Kondisi ini membuka banyak kemungkinan. Klub-klub papan atas yang membutuhkan keseimbangan lini tengah bisa melihat Kessié sebagai solusi instan.
Sementara tim papan tengah dapat menjadikannya sebagai pemimpin baru di ruang ganti.
Antara Nostalgia dan Kebutuhan Taktikal
Kembalinya Kessié ke Italia bukan sekadar romantisme. Serie A saat ini jauh lebih cepat dan taktis dibanding beberapa tahun lalu.
Pertanyaannya, apakah gaya bermainnya masih relevan?
Di satu sisi, pengalaman dan kekuatan fisiknya tetap menjadi aset.
Namun di sisi lain, ia perlu membuktikan bahwa dirinya masih mampu beradaptasi dengan tempo tinggi dan tuntutan taktik modern.
Jika transfer ini benar terjadi, maka ini bisa menjadi “reuni emosional” sekaligus ujian besar.
Kessié tidak hanya dituntut kembali, tetapi juga untuk membuktikan bahwa ia belum habis.
Satu hal yang pasti, pasar transfer musim panas akan menjadi panggung penentuan: apakah Kessié benar-benar pulang sebagai pahlawan lama, atau sekadar nama besar yang mencoba mengulang masa lalu. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama