RADARTUBAN – Keputusan tegas diambil Como 1907 saat menolak tawaran besar dari Leeds United untuk gelandang muda berbakat Martin Baturina.
Nilainya tak main-main: 30 juta euro atau sekitar Rp 500 miliar. Namun, uang sebesar itu belum cukup untuk menggoyahkan pendirian klub Serie A yang dimiliki Group Djarum tersebut.
Langkah ini bukan tanpa alasan. Baturina bukan sekadar pemain muda potensial, melainkan pusat dari proyek besar yang sedang dibangun pelatih Cesc Fabregas.
Mengutip laporan jurnalis transfer Nicolò Schira, sikap Como sudah jelas sejak awal.
“Como telah menolak tawaran Leeds sebesar 30 juta pada Januari lalu untuk Martin Baturina, yang dianggap tidak untuk dijual. Talenta Kroasia ini adalah pemain kunci dalam proyek Cesc Fabregas.” tulis Schira melalui akun X pribadinya.
Bukan Sekadar Talenta, Tapi Fondasi Tim
Di balik keputusan tersebut, ada pesan kuat: Como sedang membangun sesuatu yang serius.
Klub yang tengah naik daun di Italia itu tak ingin mengulang kesalahan klasik—melepas talenta terbaik terlalu cepat.
Baturina diproyeksikan sebagai motor permainan. Kreativitas, visi, dan ketenangannya di lini tengah membuatnya jadi pembeda.
Di tangan Fabregas, pemain muda ini berkembang bukan hanya sebagai playmaker, tapi juga pemimpin di lapangan.
Fabregas dan Proyek Jangka Panjang
Nama Fabregas bukan sekadar tempelan. Mantan bintang Arsenal dan Barcelona itu membawa filosofi sepak bola berbasis penguasaan bola dan kecerdasan taktik.
Untuk mewujudkan visi tersebut, pelatih muda asal Spanyol itu membutuhkan pemain seperti Baturina—teknis, cerdas, dan berani mengambil keputusan.
Menjualnya sekarang sama saja meruntuhkan pondasi yang belum selesai dibangun.
Leeds Gigit Jari, Como Kirim Pesan
Bagi Leeds, penolakan ini jadi pukulan dalam upaya memperkuat lini tengah. Klub Inggris itu dikenal agresif di pasar transfer, namun kali ini harus mundur.
Sebaliknya, Como justru mengirim sinyal tegas ke pasar: mereka bukan lagi klub kecil yang mudah melepas aset terbaik.
Risiko dan Taruhan Besar
Namun keputusan ini juga mengandung risiko. Menahan pemain berarti harus siap dengan tekanan performa dan ekspektasi tinggi. Jika proyek gagal, nilai pemain bisa stagnan atau bahkan menurun.
Di sisi lain, jika berhasil, Como bisa mendapatkan lebih dari sekadar keuntungan finansial—mereka bisa menciptakan identitas baru sebagai kekuatan yang diperhitungkan.
Untuk saat ini, satu hal jelas: Martin Baturina bukan untuk dijual. Dan Como, setidaknya musim ini, memilih membangun mimpi daripada menerima uang cepat. (*)
Editor : Muhammad Azlan Syah