Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Dari Klub Nyaris Bangkrut hingga Jadi Kuda Hitam, Ini Kisah Michael Bambang Hartono Bangkitkan Como 1907

Muhammad Azlan Syah • Senin, 23 Maret 2026 | 09:00 WIB

Dari klub hampir bangkrut jadi kuda hitam Liga Italia, ini warisan besar Michael Bambang Hartono di Como 1907
Dari klub hampir bangkrut jadi kuda hitam Liga Italia, ini warisan besar Michael Bambang Hartono di Como 1907

RADARTUBAN - Kabar wafatnya Michael Bambang Hartono pada 19 Maret 2026 tak hanya meninggalkan duka di dunia bisnis, tetapi juga di dunia sepak bola.

Sosoknya dikenal sebagai tokoh penting di balik kebangkitan klub Italia, Como 1907.

Di tangan Hartono dan keluarganya, klub yang sempat terpuruk di kasta terbawah sepak bola Italia kini menjelma menjadi tim yang diperhitungkan di kompetisi tertinggi.

Akuisisi Murah, Awal Perubahan Besar

Perjalanan kebangkitan Como 1907 dimulai pada 2019, ketika perusahaan milik Grup Djarum mengakuisisi klub tersebut.

Baca Juga: Bursa Transfer Serie A : Inter Pasang Banderol Bastoni Rp 1,2 Triliun, Barcelona Siapkan Skema Tukar Pemain

Saat itu, kondisi Como sangat memprihatinkan—bermain di Serie D atau kasta keempat Liga Italia.

Klub bahkan berada di ambang kehancuran finansial. Akuisisi dilakukan dengan nilai relatif kecil, sekitar 850 ribu euro, ditambah pelunasan utang klub.

Langkah ini dianggap berani, bahkan berisiko. Namun bagi Michael Bambang Hartono, ini adalah investasi jangka panjang, bukan sekadar proyek instan.

Strategi Jangka Panjang Jadi Kunci

Alih-alih langsung memburu pemain mahal, Hartono memilih membangun fondasi klub terlebih dahulu.

Perbaikan manajemen, penguatan struktur tim, serta pengembangan pemain muda menjadi fokus utama.

Pendekatan ini terbukti efektif. Dalam waktu singkat, Como berhasil promosi dari Serie D ke Serie C.

Tidak berhenti di situ, klub terus menunjukkan perkembangan hingga akhirnya naik ke Serie B pada musim berikutnya.

Transformasi ini menunjukkan bahwa kesabaran dan strategi yang matang mampu mengubah klub kecil menjadi kompetitif.

Dari Serie B ke Serie A, Mimpi Jadi Nyata

Puncak dari perjalanan Como terjadi ketika mereka berhasil promosi ke Serie A pada 2024, setelah lebih dari dua dekade absen dari kasta tertinggi sepak bola Italia.

Kembalinya Como ke Serie A bukan sekadar pelengkap. Klub ini justru tampil mengejutkan dan mampu bersaing dengan tim-tim besar.

Bahkan, dalam perkembangannya, Como sempat berada di papan atas klasemen dan bersaing memperebutkan tiket kompetisi Eropa.

Hal ini membuat Como dijuluki sebagai “kuda hitam” yang siap mengganggu dominasi klub-klub mapan Italia.

Peran Besar di Balik Layar

Kesuksesan Como tidak lepas dari peran besar Michael Bambang Hartono sebagai pemilik. Ia dikenal tidak hanya memberikan dukungan finansial, tetapi juga visi jangka panjang yang jelas.

Di bawah kepemimpinannya, klub tidak hanya fokus pada hasil di lapangan, tetapi juga membangun identitas dan keberlanjutan.

Pendekatan ini jarang terlihat di klub yang baru bangkit dari kasta bawah.

Transformasi Como menjadi bukti bahwa manajemen yang solid dan perencanaan matang bisa mengubah nasib sebuah klub secara drastis.

Warisan yang Ditinggalkan

Kepergian Michael Bambang Hartono meninggalkan warisan besar, tidak hanya di dunia bisnis tetapi juga sepak bola internasional.

Como 1907 menjadi salah satu contoh nyata bagaimana visi dan konsistensi dapat membawa perubahan besar.

Dari klub yang nyaris bangkrut, kini Como berdiri sebagai tim yang disegani di Liga Italia.

Baca Juga: Inilah yang Terjadi Saat Anda Berhenti Scrolling Media Sosial Selama Tujuh Hari

Bahkan, perjalanan mereka menjadi inspirasi bagi banyak klub lain yang ingin bangkit dari keterpurukan.

Tak heran jika Como memberikan penghormatan khusus atas jasa Hartono, yang dianggap sebagai sosok penting dalam membuka “babak baru” sejarah klub.

Kisah Michael Bambang Hartono bersama Como 1907 menunjukkan bahwa kesuksesan tidak selalu datang secara instan.

Dibutuhkan strategi, kesabaran, dan komitmen jangka panjang untuk mencapai hasil besar.

Kini, meski sosoknya telah tiada, jejaknya tetap hidup melalui klub yang ia bangun dari nol.

Como 1907 bukan sekadar tim sepak bola, tetapi simbol dari visi besar seorang pengusaha Indonesia di panggung dunia.

Editor : Muhammad Azlan Syah
#Klub Italia #Como 1907 #Liga Italia #serie A #Michael Bambang Hartono #Kisah sukses Como