Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

USMNT Target Juara Piala Dunia 2026, Mauricio Pochettino Pasang Standar Tinggi

Bihan Mokodompit • Kamis, 26 Maret 2026 | 17:30 WIB

Timnas Amerika saat berlatih didampingi Mauricio Pochettino
Timnas Amerika saat berlatih didampingi Mauricio Pochettino

RADARTUBAN - Target juara Piala Dunia 2026 menjadi ambisi utama USMNT saat tampil di turnamen terbesar sepak bola dunia yang sebagian besar digelar di Amerika Serikat.

Tim nasional Amerika Serikat atau USMNT kini berada dalam sorotan setelah performa kurang memuaskan di beberapa turnamen sebelumnya.

Kegagalan di Copa América 2024, Concacaf Nations League 2025, dan Gold Cup 2025 membuat USMNT harus segera bangkit.

Kehadiran Mauricio Pochettino sebagai pelatih diharapkan mampu membawa perubahan signifikan.

Mauricio Pochettino datang dengan reputasi besar dan membawa target juara Piala Dunia 2026 sebagai misi utama.

Baca Juga: Stadion Riazor Mundur dari Piala Dunia 2030, Kota A Coruña Pilih Prioritaskan Keberlanjutan

Pernyataan Tegas Mauricio Pochettino

Dalam wawancara bersama L’Équipe, Mauricio Pochettino menegaskan ambisi besar timnya.

“Untuk menang! Karena Amerika Serikat adalah negara di mana, apa pun cabangnya dan siapa pun atletnya, saat memulai kompetisi, tujuannya adalah menang. Sepak bola bukan pengecualian.”

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa target juara Piala Dunia 2026 bukan sekadar wacana.

Mauricio Pochettino ingin menanamkan mental juara kepada seluruh pemain USMNT.

USMNT diharapkan tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga pesaing serius di Piala Dunia 2026.

Peluang dan Tantangan di Fase Grup

USMNT tergabung dalam grup yang relatif menguntungkan bersama Paraguay dan Australia.

Satu slot lainnya akan diisi oleh pemenang playoff UEFA.

Meski demikian, perjalanan menuju target juara Piala Dunia 2026 tidak akan mudah.

USMNT tetap harus tampil konsisten sejak fase grup untuk menjaga peluang lolos.

Mauricio Pochettino menilai bahwa kekuatan mental akan menjadi kunci penting.

Ancaman Berat di Fase Gugur

Tantangan besar menanti USMNT jika berhasil melaju ke babak gugur.

Kemungkinan menghadapi tim kuat Eropa seperti Spanyol dan Prancis menjadi ujian berat.

Secara kualitas, lawan-lawan tersebut lebih diunggulkan di Piala Dunia 2026.

Namun, Mauricio Pochettino menolak untuk menyerah pada prediksi di atas kertas.

“Dalam sepak bola, logika hanya berperan terbatas. Tidak ada rumus matematika untuk memprediksi hasil. Itulah yang membuat sepak bola menjadi olahraga paling indah, karena terkadang tidak adil. Ini tentang menjadi kompetitif, tetapi juga mengelola emosi.

Ini adalah perpaduan antara logika dan ketidaklogisan, rasionalitas dan irasionalitas. Dengan asumsi kami memiliki skuad berkualitas dengan mentalitas yang baik serta dukungan suporter, semua unsur sudah ada untuk menciptakan energi positif dan mencoba melakukan seperti yang dicapai Korea Selatan dan Maroko pada 2002 dan 2022.”

Pernyataan itu menunjukkan keyakinan bahwa USMNT bisa melampaui ekspektasi di Piala Dunia 2026.

Dukungan Publik Jadi Senjata Tambahan

Sebagai tuan rumah, USMNT akan mendapat keuntungan dari dukungan suporter.

Atmosfer kandang diyakini mampu meningkatkan performa pemain.

Pengalaman negara lain seperti Korea Selatan dan Maroko menjadi inspirasi.

Mauricio Pochettino ingin memaksimalkan momentum tersebut untuk mencapai target juara Piala Dunia 2026.

USMNT diharapkan mampu menciptakan kejutan di Piala Dunia 2026.

Sikap Tegas Soal Politik

Di tengah situasi global yang cukup sensitif, Mauricio Pochettino memilih fokus pada sepak bola.

Ia menegaskan bahwa dirinya bukan figur politik.

“Saya siap mendengarkan, tetapi bukan tugas saya untuk berbicara tentang politik. Sebagai manusia, saya menentang segala bentuk ketidakadilan.

Namun tidak boleh ada kemunafikan atau demagogi. Jadi, bagaimana saya sebagai figur publik bisa berkontribusi untuk dunia yang lebih baik? Bukan dengan bersikap populis atau hanya berbicara saat diberi kesempatan oleh media.

Tetapi jika saya bisa bertindak di balik layar, jika saya memiliki akses kepada orang-orang berpengaruh yang mampu memperbaiki dunia, saya akan melakukannya; itu sudah menjadi sifat saya. Namun menggunakan platform publik, dalam hal ini yang diberikan oleh organisasi yang membayar saya seperti Federasi Sepak Bola Amerika Serikat, untuk menyebarkan pandangan pribadi bukanlah pendekatan yang tepat.”

Pernyataan ini menegaskan profesionalisme Mauricio Pochettino sebagai pelatih USMNT.

Harapan dan Realita

Target juara Piala Dunia 2026 memang terdengar ambisius bagi USMNT.

Namun, dalam sepak bola segala kemungkinan bisa terjadi.

Dengan kombinasi strategi, mental, dan dukungan publik, USMNT tetap memiliki peluang.

Mauricio Pochettino kini memegang peran penting dalam menentukan arah perjalanan tim.

Piala Dunia 2026 akan menjadi pembuktian apakah ambisi besar tersebut bisa terwujud. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Piala Dunia 2026 #Mauricio Pachettino #usmnt #Amerika Serikat