RADARTUBAN – Bursa transfer musim panas belum resmi dibuka, tetapi aroma pergerakan besar sudah terasa. Nama pemain Borussia Dortmund, Julian Brandt tiba-tiba mencuat sebagai salah satu komoditas paling panas.
Bukan tanpa alasan, gelandang serang asal Jerman itu dikabarkan akan berstatus bebas transfer di akhir musim—situasi yang langsung memancing minat klub-klub Serie A Italia.
Media Italia, La Gazzetta dello Sport, mengungkapkan bahwa Brandt berpotensi hengkang tanpa biaya.
“Julian Brandt akan menjadi pemain bebas transfer di akhir musim. Pemain Jerman itu menginginkan Italia dan tertarik dengan tujuan Roma, juga karena gaya permainan Gian Piero Gasperini.” tulis Gazzetta dalam laporannya.
Situasi ini langsung menempatkan AS Roma di posisi terdepan.
Roma dan Puzzle Lini Serang yang Belum Lengkap
Ketertarikan Roma bukan sekadar spekulasi. Klub ibu kota Italia itu memang tengah bersiap merombak sektor kreatif mereka.
Sejumlah nama diprediksi pergi, menciptakan ruang besar bagi pemain baru seperti Brandt.
“Ia juga disukai Juventus dan pelatih Como Cesc Fabregas, yang di posisi itu sudah memiliki Paz, sementara Roma bersiap mendesain ulang lini trequartista untuk musim depan karena kemungkinan perpisahan dengan Dybala, sulitnya perpanjangan kontrak Pellegrini dan El Shaarawy, serta kepergian Zaragoza yang sudah pasti.” lanjut Gazzetta.
Nama-nama seperti Paulo Dybala, Lorenzo Pellegrini, dan Stephan El Shaarawy memang tengah berada dalam ketidakpastian.
Jika semua skenario itu terjadi, Roma praktis kehilangan identitas kreatifnya dalam satu musim.
Di sinilah Brandt masuk sebagai solusi instan—pengatur ritme, kreator peluang, sekaligus pemain dengan pengalaman Eropa.
Daya Tarik Taktik Gasperini
Faktor lain yang membuat Roma unggul adalah kemungkinan pendekatan taktik. Nama Gian Piero Gasperini disebut sebagai daya tarik tersendiri bagi Brandt.
Gasperini dikenal dengan sistem agresif, fleksibel, dan memberi kebebasan bagi gelandang serang untuk mengeksplorasi ruang.
Karakter ini sangat cocok dengan profil Brandt yang kreatif, mobile, dan piawai membaca celah di antara lini.
Jika skenario ini terwujud, Roma bukan hanya mendapatkan pemain gratis, tetapi juga figur yang bisa langsung menghidupkan kembali dinamika serangan.
Ancaman dari Juventus dan Como
Meski Roma terlihat paling serius, persaingan tetap terbuka. Juventus juga disebut meminati Brandt.
Klub Turin itu memang tengah mencari tambahan kreativitas di lini tengah setelah performa yang belum stabil musim ini.
Sementara itu, Como 1907 bersama pelatih Cesc Fàbregas ikut memantau situasi. Namun, keberadaan pemain seperti Paz membuat peluang Como dinilai lebih kecil.
Transfer Gratis, Risiko Kecil Dampak Besar
Mendatangkan pemain bebas transfer selalu menjadi peluang emas—minim risiko finansial, tetapi berpotensi memberi dampak besar.
Dalam kasus Brandt, nilai tambahnya terletak pada pengalaman, fleksibilitas posisi, dan kedewasaan bermain di level tinggi.
Roma tampaknya menyadari momentum ini. Jika bergerak cepat, mereka bisa mengamankan salah satu playmaker terbaik yang tersedia di pasar—tanpa mengeluarkan biaya transfer.
Kini, semua kembali pada keputusan akhir sang pemain. Italia sudah memanggil, Roma sudah menunggu.
Tinggal satu langkah lagi sebelum saga ini benar-benar meledak di musim panas nanti. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni