RADARTUBAN – Juventus bergerak cepat mengamankan masa depan tim. Klub raksasa Serie A Italia itu dikabarkan semakin percaya diri menuntaskan perpanjangan kontrak pelatih Luciano Spalletti dan striker andalan Dusan Vlahovic dalam waktu dekat.
Kabar ini mencuat dari laporan jurnalis transfer ternama, Nicolò Schira, yang menyebut proses negosiasi sudah berada di tahap akhir.
Manajemen Juventus ingin memastikan stabilitas proyek jangka panjang dengan mengikat dua figur kunci hingga 2028.
Baca Juga: Bursa Transfer Serie A : Juventus Bidik De Gea, Daftar Kiper Elite Mulai Mengerucut
Spalletti Jadi Arsitek Proyek Baru
Nama Luciano Spalletti memang bukan sosok asing dalam proyek besar. Pelatih berpengalaman itu disebut akan menerima bayaran sekitar 6 juta euro per tahun jika kontrak baru disepakati.
Langkah ini menandakan kepercayaan penuh klub terhadap pendekatan taktik dan visi jangka panjang Spalletti.
Juventus tampaknya ingin keluar dari fase inkonsistensi dalam beberapa musim terakhir dengan memberi fondasi kuat di kursi pelatih.
Tidak hanya soal hasil jangka pendek, Spalletti diharapkan mampu membangun identitas permainan yang lebih jelas—sesuatu yang sempat hilang sejak era dominasi mereka meredup.
Vlahovic Dipagari, Jadi Simbol Masa Depan
Di sisi lain, Dušan Vlahović juga menjadi prioritas utama. Striker asal Serbia itu disiapkan kontrak baru dengan nilai 7 juta euro per musim, ditambah bonus penandatanganan yang disebut cukup besar.
Keputusan ini menegaskan bahwa Juventus masih melihat Vlahovic sebagai ujung tombak utama.
Meski performanya kerap naik-turun, kontribusinya tetap vital dalam skema serangan tim.
Menariknya, kontrak baru ini juga bisa menjadi sinyal bahwa Juventus ingin meredam spekulasi transfer yang selama ini terus mengaitkan Vlahovic dengan sejumlah klub top Eropa.
Strategi Stabilitas atau Taruhan Besar?
Langkah Juventus memperpanjang kontrak dua sosok penting sekaligus bisa dibaca sebagai strategi stabilitas. Namun di sisi lain, ini juga mengandung risiko.
Jika performa tim tidak kunjung konsisten, beban gaji tinggi bisa menjadi masalah finansial.
Terlebih, Juventus masih dalam fase membangun ulang skuad agar kembali kompetitif di level domestik maupun Eropa.
Namun, keputusan ini juga menunjukkan keberanian. Juventus tidak lagi bermain aman, melainkan mulai bertaruh pada kesinambungan proyek.
Menatap Musim Baru dengan Kejelasan Arah
Dengan potensi kontrak hingga 2028, Juventus mengirim pesan tegas: mereka ingin membangun era baru, bukan sekadar bertahan.
Kombinasi antara pengalaman Spalletti dan ketajaman Vlahovic diharapkan menjadi fondasi kebangkitan Si Nyonya Tua.
Kini, publik tinggal menunggu apakah keputusan berani ini akan berbuah kejayaan—atau justru menjadi perjudian mahal di masa depan. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni