RADARTUBAN - Persebaya kembali latihan usai masa jeda kompetisi Super League dengan semangat baru untuk menatap lanjutan musim yang semakin kompetitif.
Latihan tersebut menjadi momentum penting bagi skuad Bajol Ijo untuk mengembalikan ritme permainan setelah libur cukup panjang.
Latihan Perdana Penuh Semangat
Sesi latihan perdana digelar di Lapangan C Gelora Bung Tomo dengan dipimpin langsung oleh pelatih kepala.
Seluruh pemain tampak mengikuti instruksi dengan serius sepanjang sesi berlangsung.
Baca Juga: Bruno Moreira Kecewa Persebaya Dibantai Borneo FC 5-1 di Stadion Segiri
Atmosfer latihan terlihat hidup dan penuh energi dari awal hingga akhir.
Kondisi ini menjadi sinyal positif bahwa tim siap kembali bersaing di papan klasemen.
Persebaya kembali latihan tidak sekadar menjalani rutinitas, tetapi juga membangun ulang chemistry tim yang sempat terputus.
Kondisi Fisik Pemain Tetap Terjaga
Pelatih memberikan apresiasi terhadap kedisiplinan para pemain selama masa jeda kompetisi.
Ia menilai mayoritas pemain mampu menjaga kondisi tubuh sesuai standar tim.
"Sejauh ini kondisi para pemain cukup positif. Dari hasil pengecekan, berat badan mereka tetap terjaga sesuai dengan standar yang kami tetapkan. Selama masa jeda, para pemain juga rutin mengirimkan video latihan setiap hari sesuai program yang sudah kami siapkan," ujar Tavares.
Program latihan mandiri menjadi faktor penting dalam menjaga kebugaran pemain.
Hal ini menunjukkan komitmen tinggi dari skuad dalam menghadapi kompetisi.
kondisi pemain Persebaya pun dinilai stabil meski tidak menjalani latihan bersama dalam waktu tertentu.
Baca Juga: Pelatih Persib Waspadai Persebaya Surabaya Jelang Duel Panas Super League 2025/2026 Malam Ini
Program Latihan Disesuaikan Kebutuhan
Selama jeda, tim pelatih memberikan program yang berbeda untuk setiap pemain.
Penyesuaian dilakukan berdasarkan kebutuhan fisik dan kondisi masing-masing individu.
"Programnya memang berbeda-beda, karena beberapa pemain juga sedang dalam proses pemulihan cedera," katanya.
Langkah ini dinilai efektif untuk menjaga performa sekaligus mempercepat proses pemulihan.
latihan Persebaya juga difokuskan pada peningkatan kekuatan dan daya tahan tubuh pemain.
Momentum Pemulihan Cedera
Masa jeda kompetisi dimanfaatkan sebagai waktu pemulihan bagi pemain yang mengalami cedera.
Pendekatan bertahap dilakukan agar pemain bisa kembali dalam kondisi optimal.
"Sekarang kami berharap mereka bisa kembali dalam kondisi yang semakin baik. Mereka memiliki waktu sekitar dua minggu untuk tetap berlatih secara mandiri," jelasnya.
Tim pelatih terus memantau perkembangan setiap pemain secara intensif.
kondisi pemain Persebaya menjadi perhatian utama demi menjaga konsistensi tim.
Adaptasi Menuju Intensitas Pertandingan
Meski latihan mandiri berjalan baik, pelatih menegaskan adanya perbedaan dengan situasi pertandingan.
Intensitas laga dinilai jauh lebih tinggi dibandingkan latihan individu.
"Namun tentu ada perbedaan antara latihan di gym atau latihan fisik dengan intensitas pertandingan sesungguhnya. Karena itu kami akan melihat bagaimana kondisi mereka ketika kembali menjalani latihan bersama," ucapnya.
Proses adaptasi ini menjadi fokus dalam beberapa sesi ke depan.
Persebaya kembali latihan dengan tujuan utama mengembalikan performa terbaik tim secara menyeluruh.
Evaluasi Mental Usai Hasil Buruk
Selain fisik, aspek mental juga menjadi perhatian serius tim pelatih.
Hasil kurang memuaskan sebelum jeda menjadi bahan evaluasi penting.
Kekalahan telak dari lawan sebelumnya menjadi motivasi untuk bangkit.
Pelatih menilai kerja keras di latihan sebagai kunci membangun kembali kepercayaan diri.
"Cara terbaik untuk membangun mentalitas adalah dengan bekerja keras di setiap sesi latihan. Dari situ para pemain bisa terus berkembang, menjadi lebih baik, dan memiliki kepercayaan diri yang lebih tinggi," pungkasnya.
latihan Persebaya kini tidak hanya berfokus pada teknik, tetapi juga mental bertanding.
Dengan kombinasi fisik, taktik, dan mental yang semakin matang, Persebaya kembali latihan dengan optimisme tinggi untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni