RADARTUBAN - Perburuan striker baru AC Milan memasuki babak yang tak biasa. Nama Mateo Retegui muncul sebagai target utama klub raksasa Serie A itu, namun jalannya transfer disebut jauh dari kata sederhana.
Hal ini diungkapkan oleh jurnalis Carlo Raimondi dalam wawancaranya dengan MilanNews.
Raimondi memberikan gambaran jelas tentang kompleksitas situasi yang dihadapi Rossoneri dalam memburu penyerang anyar.
“Target pertama: Mateo Retegui. Ini bukan negosiasi normal, sebagian karena situasi geopolitik di Timur Tengah, dengan banyak pelaku pasar memantau kemungkinan eksodus,” ujarnya.
Baca Juga: Bursa Transfer Serie A: Inilah Alasan Kenapa Carlos Augusto Sangat Diinginkan Atalanta Musim Depan
Retegui Jadi Prioritas, Tapi Tidak Sederhana
Nama Mateo Retegui memang sedang naik daun. Ketajamannya di lini depan membuatnya dilirik banyak klub Eropa, termasuk AC Milan yang tengah mencari solusi jangka panjang di sektor penyerang.
Namun, menurut Raimondi, pendekatan terhadap Retegui tidak bisa dilakukan dengan pola biasa.
Ada faktor eksternal yang ikut bermain, terutama dinamika pasar yang dipengaruhi kondisi global.
Situasi di Timur Tengah disebut berpotensi memicu “eksodus” pemain—sebuah fenomena yang bisa membuka peluang, tetapi juga menciptakan ketidakpastian harga dan negosiasi.
Gaji Fantastis Jadi Batu Sandungan
Masalah terbesar bukan hanya persaingan, tetapi juga angka. Raimondi menegaskan bahwa Retegui memiliki bayaran yang sangat tinggi di klub Saudi Pro League, Al Qadsiah FC.
“Retegui mendapatkan sekitar 20 juta euro termasuk bonus, yang membuat kesepakatan ini sangat sulit, tetapi jika ada celah, kontak tetap ada,” lanjutnya.
Angka tersebut jelas menjadi hambatan serius bagi Milan, yang dikenal cukup berhati-hati dalam struktur gaji sejak melakukan restrukturisasi finansial beberapa tahun terakhir.
Baca Juga: Bursa Transfer Serie A : Bastoni ke Barcelona, Inter Milan Bidik Johan Vásquez sebagai Suksesor
Antara Ambisi dan Realita Finansial
Kondisi ini menempatkan Milan pada persimpangan sulit: mengejar striker berkualitas tinggi dengan konsekuensi finansial besar, atau mencari alternatif yang lebih realistis.
Retegui menawarkan kualitas yang dibutuhkan—tajam, mobile, dan punya insting mencetak gol.
Namun harga dan gaji membuatnya menjadi target yang “mahal secara keseluruhan”, bukan hanya soal transfer.
Di sisi lain, jika situasi geopolitik benar-benar memicu perubahan di pasar, Milan bisa saja menemukan celah untuk masuk di saat yang tepat.
Bursa Transfer yang Tak Lagi Sekadar Soal Sepak Bola
Kasus ini menjadi gambaran bagaimana bursa transfer modern tidak lagi berdiri sendiri.
Faktor ekonomi global, geopolitik, hingga pergerakan liga-liga di luar Eropa kini ikut memengaruhi arah negosiasi.
Bagi Milan, keputusan soal Retegui bukan hanya tentang kebutuhan tim, tetapi juga strategi membaca situasi.
Apakah mereka akan mengambil risiko besar demi kualitas instan? Atau menunggu momentum yang lebih menguntungkan?
Jawabannya akan sangat menentukan wajah lini depan Rossoneri musim depan. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama