RADARTUBAN – Manuver pemuncak klasemen Serie A, Inter Milan di bursa transfer kembali mengarah pada sektor krusial: lini tengah.
Nama Manu Koné kini muncul sebagai target utama, membuka potensi skenario transfer yang tidak sederhana.
Laporan La Gazzetta dello Sport mengungkap: “Di lini tengah Inter, target utama adalah Manu Koné, yang sudah dikejar sejak musim panas lalu.
Semuanya tampak siap, tetapi pada akhirnya Giallorossi mundur dan pemain Prancis itu tetap di ibu kota. Biayanya bisa melebihi € 40 juta dan mendekati € 50 juta.”
Angka yang besar. Tapi cerita di baliknya jauh lebih kompleks.
Baca Juga: Bursa Transfer Serie A : Manu Koné Prioritas Utama, Ismael Koné Jadi Alternatif Lebih Murah
Target Lama yang Kembali Menguat
Ketertarikan Inter terhadap Koné bukan hal baru. Musim panas lalu, transfer ini nyaris terjadi sebelum akhirnya gagal di detik akhir.
Kini, Inter kembali membuka jalur yang sempat tertutup.
Koné dianggap sebagai gelandang modern: kuat dalam duel, disiplin dalam bertahan, dan mampu menjaga ritme permainan.
Profil yang cocok untuk kebutuhan Inter yang ingin menjaga dominasi di lini tengah.
Frattesi Jadi Kunci Skenario
Namun, transfer ini tidak berdiri sendiri. Ada satu nama lain yang bisa menjadi kunci: Davide Frattesi.
“Kunci untuk merekrutnya bisa jadi adalah Davide Frattesi, yang mungkin kembali ke AS Roma, tim tempat ia berkembang dan memenangkan Primavera Cup serta Super Cup.” lanjut Gazzetta dalam laporannya.
Skenario ini membuka kemungkinan pertukaran atau setidaknya transfer yang saling terkait.
Frattesi, yang merupakan produk akademi AS Roma, memiliki ikatan emosional kuat dengan klub ibu kota tersebut.
Baca Juga: Bursa Transfer Serie A : Inter Milan Kejar Manu Kone, Siap Tebus Hingga Rp 800 Miliar!
Harga Tinggi, Risiko Besar
Dengan nilai transfer yang bisa mendekati € 50 juta, Inter harus berpikir matang. Ini bukan sekadar pembelian biasa, tapi investasi besar yang akan memengaruhi struktur tim.
Di sisi lain, melepas Frattesi juga bukan keputusan ringan. Ia masih dianggap sebagai aset penting, meski belum sepenuhnya konsisten sebagai pilihan utama.
Analisis: Perjudian yang Terukur?
Jika skenario ini terwujud, Inter melakukan dua langkah sekaligus: memperbarui lini tengah dan merapikan komposisi skuad.
Namun, risiko tetap ada. Koné belum teruji di tekanan klub sebesar Inter. Sementara Frattesi justru sudah mengenal atmosfer Serie A dan memiliki koneksi emosional yang kuat di Roma.
Pertanyaannya sederhana: apakah Inter siap menukar kepastian dengan potensi?
Bursa Transfer yang Mulai Memanas
Satu hal yang pasti, Inter tidak ingin tertinggal dalam perburuan pemain kunci.
Dengan kompetisi domestik dan Eropa yang semakin ketat, kedalaman skuad menjadi keharusan.
Nama Manu Koné kini kembali ke permukaan—dan kali ini, peluangnya terasa lebih nyata. Namun seperti biasa, dalam dunia transfer, satu keputusan bisa mengubah segalanya. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni