RADARTUBAN – Masa depan kebugaran Romelu Lukaku kembali menjadi sorotan menjelang fase krusial musim.
Alih-alih kembali ke Napoli dalam waktu dekat, sang striker justru memilih bertahan di Belgia untuk fokus menjalani pemulihan cedera.
Kabar ini mencuat dari laporan jurnalis transfer terpercaya Nicolò Schira yang menyebut kondisi Lukaku belum memungkinkan untuk langsung bergabung dengan sang juara bertahan Serie A tersebut.
Cedera Jadi Alasan Utama
Dalam laporan tersebut dijelaskan, Lukaku saat ini tengah mengalami masalah pada bagian fleksor pinggul.
Cedera itu tidak sederhana, karena disertai peradangan dan adanya cairan di sekitar jaringan bekas cedera.
Baca Juga: Bursa Transfer Serie A : Hubungan Romelu Lukaku dan Napoli Memanas, Perpisahan Tinggal Tunggu Waktu
“Untuk saat ini, kembalinya Romelu Lukaku besok ke Napoli tampaknya tidak direncanakan. Sang penyerang cenderung melanjutkan perawatan (peradangan dan adanya cairan di fleksor pinggul, dekat jaringan parut) di Belgia pekan ini,” tulis Schira.
Keputusan ini memperlihatkan kehati-hatian sang pemain. Alih-alih memaksakan diri kembali, Lukaku memilih memastikan kondisi fisiknya benar-benar pulih.
Fokus ke Akhir Musim dan Piala Dunia
Lukaku tak ingin sekadar kembali bermain, tetapi ingin tampil dalam kondisi terbaik. Targetnya jelas: membantu Napoli di fase akhir musim sekaligus memperkuat Timnas Belgia di ajang besar mendatang.
“Big Rom ingin kembali bugar untuk membantu klub di akhir musim dan kemudian Belgia di Piala Dunia,” lanjut laporan tersebut.
Langkah ini bisa dibaca sebagai strategi jangka panjang. Dengan kondisi fisik yang prima, Lukaku diharapkan bisa memberi dampak maksimal, bukan sekadar hadir di lapangan.
Isu Ultimatum Dibantah
Di tengah spekulasi yang berkembang, muncul kabar bahwa pihak Napoli sempat memberikan ultimatum kepada Lukaku. Namun informasi tersebut ditepis.
“Sehubungan dengan rumor mengenai ultimatum resmi, tidak pernah ada ‘aut aut’ yang diberikan kepada penyerang tersebut,” tegas Schira.
Bahkan, isu bahwa tidak ada komunikasi antara Lukaku dan pihak Napoli juga dinilai tidak benar. Kontak antara kedua belah pihak disebut tetap berjalan.
“Kabar tentang tidak adanya kontak dengan pihak Napoli tidak berdasar, mengingat masih ada komunikasi dengan seorang petinggi klub dalam beberapa hari terakhir.”
Analisis: Risiko atau Langkah Cerdas?
Keputusan Lukaku bertahan di Belgia memang berisiko, terutama di saat Napoli membutuhkan tenaga terbaiknya.
Namun dari sisi medis, ini justru langkah rasional. Cedera di area fleksor pinggul dikenal rentan kambuh jika dipaksakan.
Bila salah penanganan, Lukaku bisa absen lebih lama dan berdampak lebih besar bagi tim.
Dengan memilih pemulihan penuh, Lukaku tampak berpikir jauh ke depan. Napoli mungkin harus bersabar, tetapi jika sang striker kembali dalam kondisi 100 persen, dampaknya bisa jauh lebih menentukan di momen krusial musim. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni