RADARTUBAN – Di tengah derasnya arus bursa transfer, kabar menyejukkan datang dari jantung AS Roma. Sang kapten, Lorenzo Pellegrini, dikabarkan semakin dekat dengan kesepakatan kontrak baru, meski sempat digoda sejumlah klub besar Serie A.
Informasi ini diungkap oleh jurnalis transfer terpercaya Nicolò Schira, yang menyebut proses negosiasi berjalan positif dalam beberapa waktu terakhir.
Negosiasi Mulai Temui Titik Terang
Dalam laporannya, Schira menegaskan bahwa pembicaraan antara Pellegrini dan manajemen Roma menunjukkan perkembangan signifikan.
Baca Juga: Bursa Transfer Serie A : AS Roma Bidik Carlos Augusto, Inter Belum Sepakat Kontrak Baru
“Langkah maju untuk perpanjangan kontrak Pellegrini. Kapten Roma telah mendapat pendekatan dari Inter, Juventus, dan Napoli, tetapi ia memprioritaskan untuk bertahan," tulisnya.
"Roma mempertimbangkan kontrak hingga 2028 atau 2029 dengan nilai 2,5 juta euro ditambah bonus. Kontak masih berlangsung,” lanjut Schira.
Pernyataan ini memperlihatkan keseriusan kedua belah pihak untuk melanjutkan kerja sama jangka panjang.
Dilirik Rival, Tapi Hati Tetap di Olimpico
Ketertarikan dari Inter Milan, Juventus, hingga Napoli bukan hal kecil. Itu menjadi bukti bahwa kualitas Pellegrini masih sangat dihargai di level tertinggi sepak bola Italia.
Namun di tengah godaan tersebut, pilihan Pellegrini justru menunjukkan arah yang berbeda.
Ia lebih memilih bertahan dan melanjutkan kisahnya bersama klub yang telah menjadi bagian dari identitasnya.
Sebagai kapten, Pellegrini bukan sekadar pemain. Ia adalah simbol, penghubung antara sejarah klub dan ambisi masa depan.
Nilai Kontrak dan Strategi Klub
Rencana kontrak baru hingga 2028 atau 2029 menunjukkan komitmen jangka panjang dari Roma.
Nilai 2,5 juta euro plus bonus mungkin tidak sebesar tawaran klub lain, tetapi stabilitas dan peran sentral menjadi daya tarik utama.
Roma tampaknya ingin membangun tim dengan fondasi loyalitas, bukan sekadar kekuatan finansial. Dan Pellegrini adalah pilar utama dalam proyek tersebut.
Loyalitas Langka di Era Modern
Di era sepak bola yang kian pragmatis, keputusan Pellegrini terasa kontras. Ketika banyak pemain memilih jalur karier yang lebih menguntungkan secara materi, ia justru menempatkan loyalitas di garis depan.
Namun ini juga langkah strategis. Dengan bertahan, Pellegrini memastikan statusnya sebagai pusat permainan Roma tetap terjaga—sesuatu yang belum tentu ia dapatkan di klub lain.
Jika kesepakatan ini benar-benar tercapai, Roma tidak hanya mengamankan pemain kunci, tetapi juga memperkuat identitas tim.
Sebuah pesan tegas bahwa di tengah hiruk-pikuk transfer, kesetiaan masih punya tempat di sepak bola modern. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni