Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Ryo Miyaichi: Karier yang Terhambat Cedera ACL di Premier League

Bihan Mokodompit • Rabu, 1 April 2026 | 13:37 WIB
Ryo Miyaichi saat diperkenalkan sebagai rekrutan baru St. Pauli. (Instagram/ryo381)
Ryo Miyaichi saat diperkenalkan sebagai rekrutan baru St. Pauli. (Instagram/ryo381)

RADARTUBAN - Ryo Miyaichi menjadi salah satu pemain Jepang di Premier League yang kisah kariernya penuh potensi sekaligus penyesalan akibat cedera.

Karier Ryo Miyaichi bermula bukan dari klub profesional, melainkan dari tim sekolah menengah di Chukyo.

Ia tampil di turnamen All Japan High School yang bergengsi dan mulai menarik perhatian pemandu bakat internasional.

Dari sana, Arsenal memberinya kesempatan trial yang kemudian mengubah arah karier Ryo Miyaichi.

Baca Juga: Rumor Transfer Serie A : Rafael Leao Diburu Klub Premier League, AC Milan Buka Harga € 70 Juta

Direkrut Arsenal dan Dipinjamkan

Meski resmi bergabung dengan Arsenal pada 2011, ia belum bisa langsung bermain karena masalah izin kerja.

Situasi ini membuat Ryo Miyaichi dipinjamkan ke Feyenoord untuk mendapatkan pengalaman di level Eropa.

Di Feyenoord, ia tampil impresif dan langsung menjadi favorit suporter berkat performanya.

“Ia merasa sangat diterima oleh para pendukung Feyenoord dan menghargai julukan itu,” kata Miyaichi.

“Jika dibandingkan dengan Ronaldinho, tentu masih jauh sekali, tapi saya akan berusaha mendekati level tersebut.”

Julukan “Ryondinho” pun melekat dan menjadi simbol awal cerah karier Ryo Miyaichi.

Kecepatan Jadi Senjata Utama

Salah satu kelebihan utama dari pemain Jepang di Premier League ini adalah kecepatan luar biasa yang ia miliki.

Ia bahkan mampu mencatat waktu 10,6 detik untuk lari 100 meter saat masih di Arsenal.

Arsene Wenger juga sempat memuji kualitasnya sebagai pemain muda berbakat.

Baca Juga: Manuel Locatelli Semakin Dekat Perpanjang Kontrak Juventus hingga 2030, Tolak Godaan Klub Premier League

“Ia memiliki keseimbangan yang baik dan kecepatan luar biasa. Umpan serta crossing-nya juga konsisten berkualitas tinggi. Dia adalah pemain yang sangat menarik.”

Namun, persaingan ketat di skuad membuat karier Ryo Miyaichi tidak berkembang maksimal di Arsenal.

Lebih Banyak Dipinjamkan

Selama di Inggris, pemain Jepang di Premier League ini lebih sering dipinjamkan ke klub lain.

Ia sempat bermain untuk Bolton Wanderers dan mendapatkan menit bermain yang cukup banyak.

Pelatih Bolton, Owen Coyle, bahkan mengakui potensi besar yang dimiliki oleh Ryo Miyaichi.

“Saya ingin merekrutnya secara permanen, tetapi Arsenal tidak mengizinkan.”

“Ambisinya adalah kembali ke Arsenal dan masuk ke tim utama. Ia punya kemampuan untuk itu.”

Namun, perjalanan karier Ryo Miyaichi tetap tidak berjalan mulus.

Cedera ACL yang Menghantui

Masalah terbesar dalam karier Ryo Miyaichi adalah cedera ACL yang berulang.

Setelah pindah ke FC St. Pauli, ia langsung mengalami cedera serius sebelum musim dimulai.

Cedera ACL tersebut menjadi awal dari rangkaian masalah fisik yang terus menghantui.

Ia bahkan harus absen dalam lebih dari 100 pertandingan dalam beberapa musim.

Cedera ACL kembali terjadi saat ia sudah kembali bermain di Jepang bersama Yokohama F. Marinos.

Total, ia mengalami tiga kali cedera ACL sepanjang kariernya.
Karier yang Tak Sesuai Harapan.

Meski masih aktif bermain hingga usia 33 tahun, karier Ryo Miyaichi tidak pernah benar-benar mencapai puncaknya.

Sebagai pemain Jepang di Premier League, ia hanya mencatat sedikit penampilan bersama Arsenal.

Banyak pihak menilai bahwa tanpa cedera ACL, karier Ryo Miyaichi bisa jauh lebih gemilang.

Kisahnya menjadi pengingat bahwa potensi besar tidak selalu sejalan dengan perjalanan karier di dunia sepak bola.

Namun demikian, profesionalisme dan semangatnya tetap menjadi contoh bagi pemain muda lainnya. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Ryo Miyaichi #cedera #premier league #jepang #arsenal