RADARTUBAN – Sepak bola Italia bersiap menghadapi potensi gempa besar di tubuh federasi pasca kegagalan Azzuri lolos ke putaran final Piala Dunia.
Kabar mengenai kemungkinan mundurnya Gabriele Gravina dari kursi Presiden Federasi Sepak Bola Italia memicu efek domino yang bisa mengguncang struktur tim nasional secara menyeluruh.
Informasi ini mencuat dari jurnalis Italia Nicolò Schira melalui akun X miliknya. Schira menyebut situasi di internal federasi sedang bergerak cepat dan penuh ketidakpastian.
“Langkah mundur Gabriele Gravina—jika terkonfirmasi dalam beberapa jam ke depan—juga akan membawa pada kepergian pelatih kepala Rino Gattuso. Posisi kepala delegasi Gigio Buffon juga dalam ketidakpastian." tulisnya.
"Perubahan besar diperkirakan terjadi antara Via Allegri dan Coverciano. Manuver besar sedang berlangsung di FIGC,” lanjut Schira dalam laporannya.
Baca Juga: Fabio Capello Sebut Kekalahan Atalanta dari Bayern Munich Jadi Pelajaran Pahit Sepak Bola Italia
Efek Domino: Gattuso di Ujung Tanduk
Jika Gravina benar-benar mundur, posisi Gennaro Gattuso sebagai pelatih timnas Italia langsung berada di titik paling rawan.
Gattuso selama ini dikenal sebagai figur yang dekat dengan kepemimpinan Gravina. Pergantian pucuk federasi hampir pasti akan diikuti restrukturisasi di level teknis.
Dalam dinamika sepak bola Italia yang sarat tekanan, perubahan pelatih bukan sekadar soal hasil di lapangan.
Ini juga menyangkut arah filosofi permainan, regenerasi pemain, hingga stabilitas ruang ganti.
Buffon Tak Lagi Aman?
Tidak hanya Gattuso, nama Gianluigi Buffon yang kini menjabat sebagai kepala delegasi timnas juga ikut terseret dalam pusaran ketidakpastian.
Sosok legendaris yang selama ini menjadi jembatan antara pemain dan federasi itu bisa saja ikut tersingkir jika terjadi perubahan struktur.
Padahal, kehadiran Buffon selama ini dinilai memberi stabilitas emosional bagi skuad Azzurri—sesuatu yang tidak mudah digantikan oleh figur baru.
Via Allegri dan Coverciano Memanas
Dua pusat kekuatan sepak bola Italia—kantor federasi di Via Allegri dan pusat pelatihan Coverciano—disebut tengah dalam fase “manuver besar”.
Ini menandakan bahwa perubahan yang terjadi bukan kosmetik, melainkan menyentuh fondasi organisasi.
Isu ini juga membuka kemungkinan masuknya wajah-wajah baru dalam struktur federasi, termasuk arah kebijakan jangka panjang tim nasional Italia.
Momentum atau Krisis?
Situasi ini bisa dibaca dari dua sisi. Di satu sisi, ini adalah krisis kepemimpinan yang berisiko mengganggu stabilitas timnas.
Namun di sisi lain, ini juga peluang untuk melakukan reset total setelah berbagai tekanan yang membayangi sepak bola Italia dalam beberapa tahun terakhir.
Yang jelas, jika Gravina benar-benar mundur, maka ini bukan sekadar pergantian jabatan.
Ini adalah awal dari babak baru—yang bisa menentukan wajah Italia di pentas internasional dalam waktu dekat. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni