Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

FIGC Bidik Antonio Conte Gantikan Gattuso, Mancini Buka Peluang Comeback ke Timnas Italia

Tulus Widodo • Kamis, 2 April 2026 | 08:39 WIB
Pelatih Napoli, Antonio Conte.
Pelatih Napoli, Antonio Conte.

RADARTUBAN – Bursa kursi pelatih Timnas Italia mulai memanas bahkan sebelum keputusan resmi diumumkan. 

Nama Antonio Conte muncul sebagai sosok impian Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) untuk menggantikan Gennaro Gattuso. 

Namun, dinamika tak berhenti di situ. Roberto Mancini juga dikabarkan siap kembali.

Kabar ini pertama kali diungkap oleh jurnalis transfer ternama Nicolò Schira melalui akun X miliknya.

Baca Juga: Rumor Transfer Serie A : Antonio Conte Tegaskan Bahagia di Napoli, Tapi Masa Depan Belum Final

Conte Jadi Prioritas, FIGC Cari Sosok Tegas

FIGC disebut menjadikan Antonio Conte sebagai target utama untuk membangun ulang kekuatan Gli Azzurri. 

Pelatih yang dikenal dengan karakter keras dan disiplin tinggi itu dinilai sebagai figur ideal untuk mengembalikan identitas permainan Italia yang solid dan kompetitif.

Conte bukan nama asing dalam proyek kebangkitan. Allenatore Napoli itu pernah membawa Italia tampil impresif di level internasional, sekaligus sukses di berbagai klub elite Eropa. 

Reputasinya sebagai “pembangun tim instan” menjadi nilai jual utama di tengah kebutuhan FIGC akan hasil cepat.

Namun, pendekatan terhadap Conte diyakini tidak akan mudah. Faktor proyek jangka panjang, kebebasan teknis, hingga kondisi internal federasi akan menjadi pertimbangan krusial.

 

Mancini Siap Kembali, Faktor Politik Menguat

Di sisi lain, Roberto Mancini membuka peluang comeback yang mengejutkan. 

“Roberto Mancini telah memberikan kesediaannya untuk kembali; karena ia memiliki hubungan yang sangat baik dengan Giovanni Malagò, yang menjadi kandidat utama Presiden FIGC.” tulis Schira.

Nama Giovanni Malagò menjadi kunci dalam skenario ini. Kedekatan personal dan pengaruh politik di tubuh federasi bisa menjadi faktor penentu arah kebijakan, termasuk dalam penunjukan pelatih.

Mancini sendiri bukan sosok sembarangan. Ia adalah arsitek di balik keberhasilan Italia menjuarai Euro 2020. 

Pengalaman dan rekam jejaknya membuat opsi ini terasa realistis, bukan sekadar wacana.

Baca Juga: Napoli Tersingkir di Liga Champions dan Coppa Italia, Antonio Conte Kini Bertaruh Total di Serie A

Gattuso di Ujung Tanduk?

Situasi ini otomatis menempatkan Gennaro Gattuso dalam posisi tidak aman. Meski dikenal sebagai pelatih penuh semangat dan loyalitas tinggi, hasil di lapangan tetap menjadi tolok ukur utama.

Jika FIGC benar-benar bergerak cepat, pergantian pelatih bisa terjadi lebih cepat dari perkiraan. 

Terlebih, tekanan publik dan ekspektasi tinggi terhadap Timnas Italia tak pernah surut.

Duel Dua Filosofi, FIGC di Persimpangan

Kini FIGC berada di persimpangan penting: memilih Conte dengan pendekatan disiplin keras dan taktis, atau kembali ke Mancini yang menawarkan stabilitas dan romantisme kejayaan lama.

Apa pun keputusannya, satu hal jelas—masa depan Timnas Italia sedang dipertaruhkan. 

Dan di balik layar, pertarungan strategi, relasi, dan ambisi tengah berlangsung sengit. 

Ini menyusul kegagalan Gli Azzuri lolos ke putaran final Piala Dunia tiga edisi beruntun. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#figc #pelatih timnas italia #gennaro gattuso #antonio conte