RADARTUBAN – Masa depan bek andalan raksasa Serie A, Inter Milan, Alessandro Bastoni, mulai memasuki fase penuh ketidakpastian.
Di balik performa solidnya bersama Nerazzurri, manajemen klub ternyata membuka peluang untuk melepas sang pemain jika ada tawaran yang benar-benar sesuai.
Kabar ini mencuat dari laporan La Gazzetta dello Sport yang menyebut dua petinggi Inter, Giuseppe Marotta dan Piero Ausilio, siap memberi lampu hijau untuk transfer Bastoni. Namun, keputusan itu tidak akan diambil sembarangan.
Harga Jadi Batu Sandungan
Dalam laporan tersebut ditegaskan:
“Marotta dan Ausilio akan mengizinkan penjualan Bastoni jika ada tawaran yang sesuai. Pendekatan sudah terjadi, tetapi belum menghasilkan proposal yang memuaskan Inter: angka yang beredar saat ini tidak realistis, sekitar € 70-80 juta, namun kenyataannya negosiasi bisa dimulai dari € 40–45 juta ditambah bonus.”
Pernyataan itu mengisyaratkan adanya jurang besar antara ekspektasi publik dan realitas negosiasi.
Harga € 70-80 juta yang selama ini ramai dibicarakan justru dianggap terlalu tinggi dalam konteks pasar saat ini.
Sebaliknya, angka € 40-45 juta plus bonus menjadi titik awal yang lebih realistis—sebuah sinyal bahwa Inter tidak sepenuhnya menutup pintu, tetapi juga tidak dalam posisi terdesak untuk menjual.
“Flirt” yang Belum Jadi Kesepakatan
Menariknya, laporan tersebut menyebut adanya “flirt” atau pendekatan dari klub lain.
Meski tidak disebutkan secara spesifik siapa peminatnya, dinamika ini menunjukkan bahwa Bastoni tetap memiliki daya tarik tinggi di pasar Eropa.
Namun hingga kini, pendekatan itu masih sebatas komunikasi awal. Belum ada proposal resmi yang benar-benar mampu menggoyahkan sikap Inter.
Situasi ini menggambarkan posisi tawar Nerazzurri yang masih kuat. Mereka tidak sedang melakukan “cuci gudang”, melainkan membuka opsi strategis jika ada keuntungan finansial yang signifikan.
Antara Kebutuhan Finansial dan Stabilitas Tim
Keputusan membuka peluang menjual Bastoni bukan tanpa risiko. Bek berusia 26 tahun itu merupakan salah satu pilar penting dalam sistem permainan Inter, terutama dalam membangun serangan dari lini belakang.
Jika dilepas, Inter harus siap mencari pengganti sepadan—sesuatu yang tidak mudah di pasar saat ini.
Namun di sisi lain, potensi pemasukan dari transfer ini bisa menjadi amunisi penting untuk memperkuat sektor lain.
Ini menunjukkan bahwa Inter tengah berada di persimpangan: menjaga stabilitas tim atau melakukan perombakan demi fleksibilitas finansial.
Untuk saat ini, satu hal jelas—masa depan Bastoni belum ditentukan. Tapi jika ada klub berani datang dengan proposal konkret di kisaran yang “masuk akal”, saga transfer ini bisa berubah drastis dalam waktu singkat. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni