RADARTUBAN – Perburuan gelandang baru oleh Inter Milan belum benar-benar usai. Satu nama lama kembali muncul ke permukaan: Manu Kone.
Pemain yang sempat nyaris merapat musim panas lalu itu kini kembali masuk radar Nerazzurri.
Ketertarikan Inter bukan tanpa alasan. Kone dianggap sebagai sosok yang cocok untuk memperkuat keseimbangan lini tengah—peran yang krusial dalam sistem permainan modern yang mereka usung.
Baca Juga: Bursa Transfer Serie A : Manu Kone Target Utama Inter, Frattesi Berpotensi Kembali ke Roma
Nyaris Terjadi Musim Lalu
Kisah antara Inter dan Kone sejatinya bukan cerita baru. Dalam bursa transfer sebelumnya, kedua pihak disebut sudah sangat dekat mencapai kesepakatan. Namun, berbagai faktor membuat transfer tersebut urung terjadi.
Kini, peluang itu kembali terbuka, meski situasinya tidak sepenuhnya berada di tangan Inter.
“Manu Kone terus disukai Inter, musim panas lalu mereka cukup dekat untuk merekrutnya. Inter akan terus memantaunya dan benar-benar sigap, semuanya akan tergantung pada AS Roma,” ungkap laporan dari Matteo Barzaghi.
Kunci Ada di Roma
Saat ini, AS Roma memegang kendali penuh atas masa depan Kone. Inter hanya bisa menunggu sambil terus memantau perkembangan situasi.
Roma tentu tidak akan melepas pemainnya dengan mudah, terlebih jika Kone masih masuk dalam rencana jangka panjang tim.
Di sinilah tarik-ulur kepentingan akan menentukan arah transfer.
Inter Bermain Sabar
Strategi Inter terlihat semakin matang. Mereka tidak terburu-buru, tetapi tetap agresif dalam memantau target.
Kone adalah contoh bagaimana klub membangun daftar incaran secara berlapis—tidak hanya bergantung pada satu nama.
Di tengah tuntutan untuk tetap kompetitif di Serie A dan Eropa, pendekatan ini menjadi kunci.
Inter tampak belajar dari pengalaman, memilih langkah yang lebih terukur ketimbang spekulatif.
Jika kesempatan kembali terbuka, bukan tidak mungkin kisah yang sempat tertunda musim lalu akhirnya menemukan ujungnya.
Namun hingga saat itu tiba, Inter hanya bisa menunggu—dan memastikan mereka tidak terlambat bergerak saat peluang benar-benar datang. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni