RADARTUBAN – Musim panas belum dimulai, tapi gejolak sudah terasa di tubuh klub Serie A, AS Roma. Klub ibu kota Italia itu dilaporkan bersiap melakukan perombakan besar-besaran skuad, dengan satu kenyataan pahit: tidak ada satu pun pemain inti yang benar-benar aman.
Laporan dari Corriere dello Sport mengungkap bahwa situasi ini bukan sekadar pilihan teknis, melainkan kebutuhan finansial yang mendesak.
Baca Juga: Bursa Transfer Serie A : Roma Serius Kejar Alajbegovic, Massara Siapkan Dana Besar
Transfer Gagal yang Mengubah Arah
Masalah ini berakar dari keputusan musim panas lalu. Disebutkan bahwa pelatih Gian Piero Gasperini sebenarnya telah menyetujui penjualan Manu Koné ke Inter Milan dengan nilai € 40 juta.
Langkah itu dirancang sebagai bagian dari strategi besar: mendatangkan Jadon Sancho untuk memperkuat lini serang. Namun rencana tersebut akhirnya kandas.
“Gasperini telah menyetujui penjualan Manu Koné ke Inter sebesar €40 juta musim panas lalu untuk merekrut Jadon Sancho, tetapi kesepakatan itu akhirnya diblokir oleh kepemilikan Friedkin.” tulis Corriere dalam laporan tersebut.
Deadline Finansial Menghantui
Keputusan tersebut kini berbalik menjadi tekanan. Roma kini berpacu dengan waktu.
Mereka harus mencatatkan keuntungan penjualan pemain (capital gains/plusvalenze) sebelum 30 Juni—batas akhir tahun fiskal dalam sepak bola Italia.
Situasi ini membuat klub praktis berada dalam posisi terpaksa. Menjual pemain bukan lagi opsi, melainkan keharusan.
Akibatnya, pemain-pemain kunci pun masuk dalam daftar potensial dilepas, terlepas dari kontribusi mereka di lapangan.
Antara Ambisi dan Realitas
Kondisi ini menggambarkan dilema klasik klub modern: benturan antara ambisi olahraga dan realitas finansial.
Roma sejatinya tengah mencoba membangun tim kompetitif. Namun kegagalan mengeksekusi transfer strategis di masa lalu membuat mereka kini harus membayar harga mahal.
Lebih dari sekadar perombakan, ini adalah fase reset. Klub harus cermat memilih siapa yang dijual dan bagaimana menyusun ulang skuad agar tetap kompetitif.
Baca Juga: Bursa Transfer Serie A : Roma Serius Kejar Alajbegovic, Massara Siapkan Dana Besar
Jika salah langkah, Roma bukan hanya kehilangan pemain kunci, tetapi juga arah.
Sebaliknya, jika berhasil menavigasi situasi ini dengan tepat, revolusi musim panas bisa menjadi titik balik.
Yang pasti, dalam beberapa bulan ke depan, Roma akan menjadi salah satu klub paling sibuk di bursa transfer—bukan karena keinginan, tetapi karena kebutuhan. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni