Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Ironi Italia: Masih Elite di Ranking FIFA 2026, Namun Absen di Tiga Edisi Terakhir Piala Dunia!

Tulus Widodo • Kamis, 9 April 2026 | 11:19 WIB
Ilustrasi Timnas Italia
Ilustrasi Timnas Italia

RADARTUBAN - Peta kekuatan sepak bola Eropa kembali diperbarui. Rilis terbaru ranking FIFA per April 2026 menempatkan Tim nasional Prancis sebagai kekuatan nomor satu dunia, diikuti Tim nasional Spanyol di posisi kedua.

Namun, di balik dominasi negara-negara elite tersebut, satu fakta mencolok justru datang dari Tim nasional Italia. 

Meski masih berada di peringkat 12 dunia dan masuk 10 besar Eropa, Italia justru gagal lolos ke Piala Dunia—sebuah ironi yang kembali menampar wajah sepak bola Negeri Pizza.

Data yang dirilis oleh FIFA dan dikutip berbagai sumber, termasuk ESPN, serta dibagikan akun statistik sepak bola, menyebut: “Top 20 negara sepak bola Eropa (Ranking FIFA 2026)… Italia berada di posisi ke-9 Eropa (peringkat dunia 12).”

Baca Juga: Pep Guardiola Masuk Radar Timnas Italia, Masa Depannya di Manchester City Disorot

Dominasi Lama, Ancaman Baru

Di papan atas, dominasi masih dipegang kekuatan tradisional. Prancis, Spanyol, hingga Tim nasional Inggris tetap stabil di level tertinggi. 

Sementara itu, Tim nasional Portugal dan Tim nasional Belanda terus menunjukkan konsistensi.

Menariknya, negara-negara seperti Tim nasional Kroasia dan Tim nasional Swiss berhasil menjaga posisi kompetitif, membuktikan bahwa stabilitas sistem dan regenerasi pemain menjadi kunci.

 

Italia: Ranking Tinggi, Realita Pahit

Di sinilah letak paradoks Italia. Secara matematis, mereka masih masuk jajaran elite. 

Namun dalam praktik, mereka gagal menembus panggung terbesar: Piala Dunia.

Kegagalan ini bukan sekadar anomali. Ini menjadi sinyal bahwa ranking FIFA tidak selalu mencerminkan kesiapan tim dalam kompetisi kualifikasi yang penuh tekanan. 

Italia mungkin unggul dalam konsistensi poin, tetapi gagal dalam momen-momen krusial yang menentukan.

Masalah klasik seperti transisi generasi, inkonsistensi performa, hingga tekanan mental di laga penting kembali menjadi sorotan.

Kebangkitan Kekuatan Menengah

Di luar elite, pergerakan menarik datang dari negara seperti Tim nasional Turki, Tim nasional Austria, hingga Tim nasional Norwegia.

Mereka mungkin belum mendominasi, tetapi perlahan mengancam hierarki lama. Dengan generasi pemain muda yang berkembang di liga top Eropa, jarak dengan negara elite semakin menipis.

Ranking Bukan Segalanya

Ranking FIFA memang penting sebagai indikator kekuatan. Namun kasus Italia menjadi bukti nyata bahwa angka tidak selalu mencerminkan realitas di lapangan.

Sepak bola tetap soal momen, mental, dan kemampuan menjawab tekanan. Dan ketika itu gagal, bahkan tim dengan status elite pun bisa tersingkir dari panggung terbesar dunia.

Italia kini menghadapi satu pertanyaan besar: bangkit, atau terus terjebak dalam ilusi peringkat tinggi tanpa prestasi nyata? (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#tim nasional spanyol #tim nasional italia #rangking fifa #piala dunia #Tim Nasional Prancis