RADARTUBAN – Sebuah cerita lama kembali mencuat dan terasa menyesakkan bagi publik San Siro.
Klub raksasa Serie A, AC Milan ternyata pernah berada di posisi ideal untuk mengamankan talenta muda berbakat, Michael Olise. Namun, rencana itu kandas sebelum benar-benar terwujud.
Laporan dari SportMediaset mengungkap, saat Paolo Maldini masih menjabat sebagai direktur teknik, manajemen Rossoneri telah memantau Olise secara serius.
Rencana Matang yang Tak Pernah Terjadi
Dalam laporan tersebut disebutkan: “Michael Olise masuk dalam radar manajemen AC Milan ketika Paolo Maldini menjabat sebagai direktur teknik. Rencananya adalah merekrutnya lebih awal lalu kemungkinan meminjamkannya ke Serie B untuk menguji potensinya sebelum diintegrasikan ke tim utama.”
Baca Juga: Bursa Transfer Serie A : Comotto Kembali ke AC Milan, Allegri Siapkan Ujian Penentuan Nasib
Strategi ini bukan tanpa alasan. Milan saat itu dikenal mengembangkan pemain muda secara bertahap, memberi mereka waktu beradaptasi dengan atmosfer sepak bola Italia yang taktis dan keras.
Nilai transfernya pun relatif “murah”. Disebutkan, biaya yang diperlukan hanya sekitar € 9 juta—angka yang pada akhirnya dibayarkan oleh Crystal Palace untuk memboyongnya ke Premier League.
Dari Target Milan, Jadi Bintang Inggris
Keputusan Milan untuk tidak mengeksekusi rencana tersebut kini terasa mahal. Bersama Crystal Palace, Olise berkembang menjadi salah satu gelandang serang paling eksplosif di Inggris.
Kecepatan, kreativitas, dan kemampuan membaca ruang membuatnya menjelma sebagai pemain kunci.
Nilai pasarnya melonjak drastis—jauh melampaui angka € 9 juta yang dulu dianggap sebagai investasi berisiko.
Analisis: Kesalahan Klasik atau Risiko yang Wajar?
Kisah ini memperlihatkan sisi lain dari dunia transfer: tidak semua keputusan bisa dinilai benar atau salah secara instan.
Milan saat itu mungkin berhitung realistis—memprioritaskan kebutuhan jangka pendek dibanding spekulasi jangka panjang.
Namun di era sepak bola modern, kegagalan membaca potensi bisa berujung penyesalan besar.
Baca Juga: Bursa Transfer Serie A : Diogo Leite Enggan Perpanjang Kontrak, AC Milan Mulai Bergerak Cepat
Terlebih ketika pemain yang dilewatkan justru berkembang di liga lain dan menjadi komoditas mahal.
Kasus Olise juga menegaskan satu hal penting: keberanian mengambil risiko adalah bagian dari strategi klub besar.
Tanpa itu, peluang emas bisa berubah menjadi cerita “nyaris” yang terus menghantui.
Kini, kisah Michael Olise menjadi pengingat pahit bagi AC Milan. Di balik setiap transfer yang gagal, selalu ada potensi besar yang terlewat—dan terkadang, dampaknya baru terasa bertahun-tahun kemudian. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni