Dalam laporan Tuttosport yang juga dikutip komunitas @Pueblo_Juve, Juventus diwajibkan menghasilkan pemasukan sekitar 30 juta euro.
Tanpa mengorbankan pilar utama tim, beberapa nama mulai masuk daftar jual.
“UEFA menuntut Juventus menyeimbangkan pembukuan, memaksa klub menghasilkan € 30 juta sebelum 30 Juni 2026. Tanpa menyentuh inti tim, kandidat yang bisa pergi adalah Federico Gatti, Lloyd Kelly, Fabio Miretti, dan Juan Cabal.” tulis Tuttosport.
Empat Nama di Ujung Pintu Keluar
Nama pertama adalah Federico Gatti. Bek tangguh ini menarik minat klub-klub Premier League, menjadikannya aset yang cukup ‘laku’ di pasar.
Lalu ada Lloyd Kelly yang ditaksir bernilai 30 juta euro. Ketertarikan dari Inggris membuka peluang Juventus menutup kebutuhan finansial hanya dari satu transaksi.
Sementara itu, Fabio Miretti disebut sebagai opsi yang “paling tidak traumatis” untuk dilepas.
Gelandang muda ini diminati Lazio, meski kepergiannya tetap akan meninggalkan celah dalam regenerasi skuad.
Terakhir, Juan Cabal masuk pasar setelah menjalani musim yang tak konsisten.
Efek Domino Pemain Kembali
Situasi makin rumit dengan potensi kembalinya beberapa pemain pinjaman seperti Daniele Rugani, Douglas Luiz, dan Nico González.
Kehadiran mereka otomatis menambah beban gaji dan mempersempit ruang finansial.
Di titik ini, Juventus tidak lagi punya banyak waktu. Setiap keputusan transfer harus tepat—tidak hanya dari sisi teknis, tetapi juga dampaknya terhadap neraca klub.
Dilema Besar: Stabilitas atau Kepatuhan
Menjual pemain selalu membawa risiko, apalagi di tengah upaya menjaga stabilitas tim. Namun tekanan dari UEFA bukan sesuatu yang bisa ditawar.
Juventus kini berada dalam dilema klasik: mempertahankan kekuatan skuad atau patuh pada aturan finansial demi keberlangsungan jangka panjang.
Satu hal yang pasti, bursa transfer musim panas ini bukan sekadar soal belanja pemain bagi Juventus—melainkan soal bertahan hidup di bawah pengawasan ketat sepak bola Eropa. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni