RADARTUBAN – Juventus tidak lagi sekadar membangun tim di atas lapangan. Raksasa Serie A itu kini mengalihkan fokus besar ke luar garis permainan: stadion.
Allianz Stadium diproyeksikan menjadi mesin uang utama demi mengejar ketertinggalan finansial dari elite Eropa.
Presiden klub, Gianluca Ferrero, menegaskan bahwa stadion bukan hanya simbol, tetapi fondasi ekonomi klub modern.
“Stadion telah menghasilkan € 850 juta sejak dibuka, menyoroti keamanan dan eksploitasi komersial,” ujarnya seperti dikutip dari Tuttosport.
Baca Juga: Bursa Transfer Serie A : Juventus Bergerak Cepat Amankan Bintang Muda Yunani Christos Mouzakitis
Mesin Uang yang Belum Maksimal
Angka € 850 juta memang terdengar besar. Namun bagi Juventus, itu baru permulaan. Dalam lanskap sepak bola modern, stadion bukan sekadar tempat pertandingan, melainkan pusat bisnis yang hidup sepanjang tahun.
Ferrero juga menyoroti pemasukan dari hak penamaan stadion:
“Hak penamaan menghasilkan € 10 juta per tahun, tetapi klub ingin meningkatkan angka ini dalam negosiasi mendatang, dengan menjadikan kesepakatan klub seperti Barcelona atau Real Madrid sebagai referensi.”
Targetnya jelas: Juventus ingin bermain di level finansial yang sama dengan FC Barcelona dan Real Madrid—dua klub yang menjadikan stadion sebagai tambang emas.
VIP Area, Detail Kecil yang Bernilai Besar
Tak hanya dari tiket reguler, Juventus mulai memaksimalkan potensi area premium. Zona VIP kini menjelma menjadi sumber pemasukan signifikan.
“Tahun lalu, area VIP menghasilkan € 8 juta, angka penting yang, misalnya, menutupi biaya tahunan untuk mempertahankan bintang seperti Kenan Yildiz.” tuturnya.
Detail ini menarik. Satu segmen stadion bisa membiayai satu pemain bintang. Artinya, strategi komersial bukan lagi pelengkap, tetapi bagian inti dari keberlangsungan skuad.
Baca Juga: Bursa Transfer Serie A : Juventus Dikejar Deadline UEFA, Empat Pemain Ini Terancam Dijual Segera
Juventus Berpacu dengan Waktu
Langkah Juventus ini bukan tanpa urgensi. Di tengah tekanan finansial dan ketatnya kompetisi Eropa, klub dituntut kreatif mencari pemasukan di luar hak siar dan transfer pemain.
Modernisasi Allianz Stadium adalah jawaban logis—tetapi juga tantangan besar.
Infrastruktur harus terus diperbarui, pengalaman penonton ditingkatkan, dan nilai komersial dimaksimalkan tanpa mengorbankan identitas klub.
Juventus kini tidak hanya bertarung di Serie A atau Liga Champions. Mereka sedang bertarung dalam perang ekonomi—arena yang sering kali menentukan siapa yang benar-benar menjadi raja di sepak bola modern.
Dan di pertandingan ini, stadion adalah senjata utama. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni