RADARTUBAN – Langkah serius kembali ditunjukkan PSSI dalam membangun fondasi sepak bola usia muda. Federasi resmi menunjuk pelatih asal Portugal, David Nascimento (60), sebagai Head of PSSI Academy sekaligus arsitek baru Garuda United generasi kelahiran 2010.
Penunjukan ini bukan sekadar pergantian pelatih. Ini adalah bagian dari proyek jangka panjang menuju pentas elite dunia: Piala Dunia U-17 2027.
Fondasi Baru Garuda United
Garuda United generasi terbaru akan mengikuti Elite Pro Academy (EPA) U-18, meniru pola sukses generasi sebelumnya (kelahiran 2009) yang kini mulai mengisi skuad Timnas U-17 Indonesia. Skema ini dirancang untuk memberikan jam terbang kompetitif sejak dini.
Targetnya jelas dan terukur. Mereka akan tampil di:
- Kualifikasi Piala Asia U-17 2027 (November 2026)
- Piala ASEAN U-17 2027 (April 2027)
- Piala Asia U-17 2027 (jika lolos)
- Piala Dunia U-17 2027 (jika lolos)
Agenda padat ini menuntut bukan hanya bakat, tetapi juga kedewasaan taktik dan mental bertanding.
Baca Juga: Erick Thohir Ungkap Rencana Piala Presiden 2026, Format Baru Sedang Digodok PSSI
Rekam Jejak Internasional
Nama David Nascimento bukan sosok sembarangan. Pelatih kelahiran São Vicente Tanjung Verde itu ditempa dalam ekosistem sepak bola Eropa dengan pengalaman melatih di berbagai level.
Kariernya dimulai di Jong FC Utrecht (2006–2009), kemudian berlanjut ke Sparta Nijkerk.
Ia juga pernah menangani Timnas Malta U-19 sebelum kembali ke Belanda bersama FC Eindhoven dan FC Den Bosch.
Pengalaman unik lainnya datang saat menukangi tim nasional wanita Yordania, memperkaya perspektifnya dalam pengembangan pemain muda lintas budaya.
Kini, Indonesia menjadi panggung baru dalam karier panjangnya.
Lebih dari Sekadar Pelatih
Penunjukan Nascimento menunjukkan bahwa PSSI mulai serius membangun sistem, bukan hanya hasil instan.
Nascimento tidak hanya bertugas melatih, tetapi juga membentuk kurikulum, filosofi bermain, hingga jalur pengembangan pemain menuju tim nasional senior.
Namun tantangannya tidak ringan. Adaptasi kultur, kualitas kompetisi lokal, hingga konsistensi pembinaan menjadi ujian nyata.
Jika proyek ini berjalan sesuai rencana, Indonesia tidak hanya melahirkan generasi kompetitif di Asia, tetapi juga membuka peluang nyata untuk berbicara di level dunia.
Kini, semua mata tertuju pada Garuda United generasi 2010—sebuah tim muda yang dipersiapkan bukan sekadar untuk menang, tetapi untuk mengubah masa depan sepak bola Indonesia. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni