RADARTUBAN - Larangan tailgating di Inggris kini resmi diterapkan dan langsung memakan korban setelah dua suporter dijatuhi hukuman berat usai melanggar aturan baru tersebut.
Kebijakan ini menjadi langkah tegas pemerintah Inggris dalam menjaga keamanan pertandingan sepak bola dari potensi kericuhan.
Aturan Baru yang Ubah Tailgating Jadi Tindak Pidana
Larangan tailgating di Inggris mulai diberlakukan sejak Maret setelah melalui proses legislasi panjang di parlemen.
Praktik tailgating sendiri merujuk pada aksi suporter tanpa tiket yang mencoba masuk stadion dengan mengikuti pemegang tiket secara dekat.
Baca Juga: Transfer Andre ke Milan Memanas, Presiden Corinthians Terpojok Tekanan Suporter dan Ancaman FIFA
Pemerintah Inggris menilai tindakan ini berbahaya dan berpotensi memicu gangguan keamanan.
Karena itu, larangan tailgating di Inggris kini masuk dalam kategori tindak pidana dengan ancaman denda hingga £1.000 atau setara 20 juta rupiah.
Selain itu, pelaku juga bisa dikenai larangan menonton pertandingan sepak bola hingga lima tahun.
Dua Suporter Dijatuhi Hukuman
Kasus ini mencuat setelah polisi melakukan pengamanan ketat jelang final Piala Carabao antara Arsenal dan Manchester City di Stadion Wembley.
Dalam operasi tersebut, tiga pria berhasil diamankan karena diduga melakukan pelanggaran terkait larangan tailgating di Inggris.
Dua di antaranya telah menjalani proses hukum dan dijatuhi sanksi tegas.
Kamal McEwan, warga London, dijatuhi larangan masuk stadion selama tiga tahun serta denda sebesar £471 atau sekitar 9,4 juta rupiah.
Sementara itu, Alex Clark dari Waltham Cross juga menerima hukuman larangan selama tiga tahun.
Ia juga diwajibkan membayar denda sebesar £1.872 atau setara dengan 37,4 juta rupiah karena pelanggaran tambahan berupa kepemilikan narkoba golongan A.
Satu pelaku lainnya dijadwalkan menjalani sidang lanjutan pada 1 Mei mendatang.
Penegakan Hukum dan Komitmen Keamanan Stadion
Kepolisian Metropolitan menegaskan komitmennya dalam menegakkan aturan baru ini secara konsisten.
Kepala Inspektur Pete Dearden menyampaikan pernyataan resmi terkait kasus tersebut.
“Petugas kami bertindak cepat dan tegas pada Final Piala Carabao, dan putusan ini menunjukkan bahwa perilaku antisosial, berbahaya, dan kriminal dalam pertandingan sepak bola akan ditindak secara serius.
Kami akan terus bekerja sama dengan pihak penyelenggara olahraga, FA, dan mitra lainnya untuk memastikan pertandingan tetap menjadi lingkungan yang aman bagi suporter, keluarga, dan staf, serta mencegah pihak-pihak yang mencoba menimbulkan gangguan.”
Pernyataan ini menegaskan bahwa larangan tailgating di Inggris bukan sekadar aturan simbolis, melainkan akan ditegakkan secara nyata.
Peringatan Keras dari Pemerintah Inggris
Pemerintah Inggris sebelumnya telah memberikan peringatan keras kepada publik terkait kebijakan ini.
Menteri Negara untuk Kepolisian dan Kejahatan, Sarah Jones, menekankan pentingnya menjaga keamanan dalam pertandingan.
“Penggemar sepak bola seharusnya dapat menikmati pertandingan tanpa merasa tidak aman atau terancam.
Kami memberikan aparat kepolisian kewenangan yang dibutuhkan untuk memastikan kekacauan seperti yang terjadi di Wembley lima tahun lalu tidak terulang.
Siapa pun yang membahayakan orang lain dengan memaksa masuk ke stadion akan menghadapi konsekuensi serius.”
Pernyataan tersebut memperkuat komitmen pemerintah dalam memastikan keamanan stadion tetap terjaga.
Dampak Besar bagi Suporter Sepak Bola
Penerapan larangan tailgating di Inggris diperkirakan akan mengubah perilaku suporter dalam menghadiri pertandingan.
Aturan ini juga menjadi sinyal bahwa pelanggaran kecil sekalipun dapat berujung pada konsekuensi hukum yang serius.
Dengan adanya larangan masuk stadion dan denda yang tidak sedikit, suporter diharapkan lebih disiplin dalam mematuhi aturan.
Langkah ini sekaligus menjadi upaya preventif agar insiden kericuhan di stadion tidak kembali terulang di masa depan. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni