RADARTUBAN – Pemain Persebaya, Francisco Rivera, tak bisa menutupi kekecewaannya yang sangat mendalam.
Hal itu terjadi pasca kekalahan Persebaya dari Madura United ke-28 Super League 2025/26 yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo, Jumat malam, (17/04) menjadi sorotan utama.
Hasil tersebut terasa menyakitkan bagi Persebaya Surabaya yang gagal memaksimalkan status sebagai tuan rumah.
Tim berjuluk Bajol Ijo itu harus mengakui keunggulan Madura United dengan skor tipis 1-2.
Baca Juga: Persebaya Vs Madura United: Bajol Ijo Kalah 1-2, Tren Negatif Berlanjut
Dominasi Tak Berbuah Kemenangan
Dalam pertandingan itu, Persebaya sebenarnya tampil cukup dominan sepanjang laga.
Penguasaan bola mencapai 71 persen menunjukkan bahwa Persebaya mampu mengontrol ritme permainan.
Namun dominasi tersebut tidak diimbangi dengan efektivitas dalam penyelesaian akhir.
Beberapa peluang yang tercipta gagal dikonversi menjadi gol oleh para pemain Persebaya.
Sebaliknya, Madura United tampil lebih efisien dengan memanfaatkan peluang melalui serangan balik.
Dua gol dari Madura United menjadi pembeda yang sulit dikejar oleh Persebaya hingga akhir pertandingan.
Francisco Rivera Tak Sembunyikan Kekecewaan
Gelandang Persebaya, Francisco Rivera, mengaku sangat terpukul dengan hasil tersebut.
“Kami sangat kecewa. Kami kecewa karena kalah,” ujar Rivera dalam sesi konferensi pers.
Rivera menegaskan bahwa Persebaya sebenarnya sudah menjalankan instruksi pelatih dengan baik.
“Saya pikir kami mampu mengontrol permainan dan mengikuti rencana dari pelatih. Kami selalu mencoba memberikan yang terbaik untuk tim,” katanya.
Baca Juga: Prediksi Skor Madura United vs Borneo FC di BRI Super League: Duel Kontras Papan Atas vs Bawah
Menurut Francisco Rivera, Persebaya sudah memahami strategi yang diterapkan Madura United.
“Kami tahu mereka akan bertahan dan menunggu kesempatan. Kami menciptakan peluang, tetapi tidak bisa mencetak gol,” terangnya.
Pernyataan tersebut menggambarkan betapa Persebaya kesulitan menembus pertahanan rapat Madura United.
Suporter Kecewa, Pemain Ikut Terpukul
Kekalahan Persebaya dari Madura United juga berdampak pada suasana di tribun stadion.
Dukungan penuh dari Bonek dan Bonita belum mampu mengangkat performa tim kesayangan mereka.
Rivera memahami kekecewaan yang dirasakan para pendukung Persebaya.
“Kami tahu para suporter kecewa. Percayalah, para pemain juga marah dan kecewa. Kami tidak suka kalah. Kami sudah bekerja sangat keras sepanjang minggu ini,” jelasnya.
Kondisi ini menunjukkan adanya tekanan emosional yang dirasakan oleh seluruh elemen tim Persebaya.
Posisi Klasemen Mulai Terancam
Akibat Persebaya kalah dari Madura United, posisi mereka di klasemen sementara menjadi tidak aman.
Persebaya kini tertahan di peringkat keenam dengan koleksi 42 poin.
Posisi tersebut masih berpotensi digeser oleh tim lain seperti Persita Tangerang.
Situasi ini membuat Persebaya harus segera bangkit jika ingin tetap bersaing di papan atas.
Fokus Bangkit di Laga Berikutnya
Francisco Rivera menegaskan bahwa timnya tidak boleh larut dalam kekecewaan.
“Kami sangat kecewa. Tetapi minggu depan kami akan bekerja lebih keras dan berjuang 100 persen,” tegasnya.
Persebaya kini mengalihkan fokus ke pertandingan berikutnya.
Mereka dijadwalkan akan menghadapi Malut United dalam laga tandang.
Pertandingan tersebut menjadi momentum penting bagi Persebaya untuk menghentikan tren negatif.
Kemenangan atas Malut United bisa menjadi titik balik kebangkitan Persebaya musim ini.
Dengan semangat dan evaluasi yang tepat, Persebaya diharapkan mampu kembali ke jalur kemenangan dan memperbaiki posisi di klasemen. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni