Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Skandal Prostitusi Guncang Serie A, 50 Pemain Diduga Terlibat Pesta Terlarang Sejak 2019

Tulus Widodo • Rabu, 22 April 2026 | 09:41 WIB
Ilustrasi Serie A Italia
Ilustrasi Serie A Italia

RADARTUBAN – Sepak bola Italia kembali diguncang isu panas yang jauh dari lapangan hijau. 

Laporan terbaru dari Gazzetta dello Sport mengungkap dugaan skandal prostitusi besar yang menyeret puluhan pemain Serie A. 

Isunya tak main-main: sekitar 50 pemain disebut terlibat dalam jaringan pesta terlarang yang sudah berlangsung sejak 2019 di Milan.

Informasi ini langsung memicu kehebohan publik Italia. Apalagi, praktik tersebut disebut tetap berjalan bahkan saat pandemi COVID-19 melanda dunia—periode ketika aktivitas masyarakat dibatasi secara ketat.

Baca Juga: Kasus Prostitusi Anak Terungkap, Satreskrim Polres Tuban Dalami Jaringan Terselubung

Pesta Mewah, Ratusan Perempuan, dan Dugaan Pelanggaran Berat

Dalam laporan tersebut, disebutkan bahwa pesta-pesta eksklusif itu melibatkan hingga 100 perempuan dalam satu acara. 

Aktivitas ini tidak hanya melanggar norma sosial, tetapi juga berpotensi menabrak aturan hukum dan etika profesi atlet.

Lebih mencengangkan lagi, muncul klaim bahwa para pemain menggunakan “gas tertawa” atau nitrous oxide dalam pesta tersebut. 

Zat ini memang kerap disalahgunakan untuk efek euforia sesaat, namun penggunaannya di luar kepentingan medis dapat membahayakan kesehatan.

Sumber Gazzetta dello Sport melaporkan: “Sebuah skandal besar meletus di Italia setelah jaringan prostitusi yang diduga melibatkan 50 pemain Serie A terungkap.”

Masih dari sumber yang sama: “Operasi ini disebut dimulai di Milan pada 2019, dengan pesta yang melibatkan 100 perempuan dan terus berlangsung bahkan selama pandemi COVID.”

Belum Ada Nama, Tapi Tekanan Publik Meningkat

Hingga kini, belum ada identitas pemain yang diumumkan secara resmi. Namun, tekanan publik terhadap otoritas sepak bola dan aparat hukum Italia terus meningkat. 

Transparansi menjadi tuntutan utama, mengingat skala kasus yang disebut sangat besar.

Baca Juga: P Diddy Divonis 50 Bulan Penjara dan Denda Rp 8,2 Miliar Terkait Kasus Prostitusi

Pihak federasi maupun klub-klub terkait masih belum memberikan pernyataan resmi.

Situasi ini membuat spekulasi liar berkembang, yang berpotensi merusak reputasi liga secara keseluruhan.

Ancaman Serius bagi Citra Sepak Bola Italia

Jika terbukti benar, skandal ini bisa menjadi salah satu noda terbesar dalam sejarah Serie A. 

Bukan hanya soal pelanggaran hukum, tetapi juga krisis moral yang menyentuh inti profesionalisme atlet.

Sepak bola modern tak lagi sekadar permainan, melainkan industri dengan nilai miliaran euro. 

Ketika pemain terlibat dalam aktivitas ilegal, dampaknya bisa merembet ke sponsor, kepercayaan publik, hingga masa depan kompetisi itu sendiri.

Kini, semua mata tertuju pada perkembangan investigasi. Apakah ini akan berujung pada sanksi besar-besaran, atau justru meredup tanpa kejelasan? 

Yang pasti, badai sudah telanjur datang—dan Serie A sedang berada di tengah pusarannya. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#gas tertawa #prostitusi #serie A #milan