RADARTUBAN – Perburuan bek tengah baru AC Milan mulai mengerucut. Satu nama kini muncul paling depan, bahkan disebut unggul jauh dari kandidat lain: Mario Gila. Namun, jalan raksasa Serie A itu tak akan mulus. Harga tinggi dan persaingan ketat jadi hambatan nyata.
Jurnalis Italia Luca Bianchin dari Gazzetta dello Sport membeberkan situasi terkini. Dalam laporannya ia menegaskan: “Gila adalah nama nomor satu, dengan jarak dari pilihan kedua.”
Pernyataan ini menegaskan bahwa Milan sudah punya prioritas jelas. Bukan sekadar opsi, melainkan target utama yang ingin segera diamankan.
Baca Juga: Bursa Transfer Serie A : AC Milan Serius Kejar Bek Lecce Tiago Gabriel, Harga Tembus Rp 500 Miliar
Harga Tinggi, Lotito Tak Mau Rugi
Masalah utama datang dari meja negosiasi. Presiden SS Lazio, Claudio Lotito, dikenal sebagai negosiator keras. Ia disebut membidik angka besar untuk melepas pemainnya.
Masih dari laporan yang sama: “Lotito menargetkan pemasukan 20-25 juta euro dan bisa mencapainya karena persaingan sangat kuat: Napoli, Inter, Juve.”
Artinya, Milan bukan satu-satunya peminat. Napoli, Inter Milan, hingga Juventus siap masuk dalam perburuan.
Situasi ini otomatis mendorong harga semakin naik—hukum pasar bekerja tanpa kompromi.
Alternatif Ada, Tapi Kualitas Berbeda
Milan sebenarnya tidak kehabisan opsi. Salah satu nama yang masuk radar adalah Thomas Kristensen dari Udinese. Namun, kualitasnya dinilai belum setara dengan Gila.
Bianchin menyebut: “Alternatifnya berada di level yang berbeda. Kristensen dari Udinese disukai tetapi kurang kuat.”
Kalimat ini menjadi sinyal tegas bahwa jika Milan gagal mendapatkan Gila, mereka harus menurunkan standar—sebuah keputusan yang bisa berdampak pada kualitas lini belakang musim depan.
Milan di Persimpangan Risiko
Strategi Milan kali ini cukup berani: fokus pada satu target utama. Namun pendekatan ini berisiko tinggi di tengah persaingan panas antar raksasa Serie A.
Jika berhasil, Milan mendapatkan bek tengah ideal untuk jangka panjang. Tapi jika gagal, mereka bukan hanya kehilangan pemain incaran—melainkan juga waktu berharga di bursa transfer.
Di titik ini, keputusan manajemen akan diuji. Apakah tetap all-in untuk Mario Gila, atau beralih ke opsi yang lebih realistis namun dengan kompromi kualitas?
Bursa transfer belum selesai, tapi tekanan sudah terasa sejak sekarang. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni