RADARTUBAN – Bursa transfer Serie A musim panas belum resmi dibuka, tetapi AC Milan sudah dihadapkan pada potensi “kepulangan tak terduga”. Nama Alvaro Morata kembali mencuat setelah masa depannya bersama Como 1907 mulai diragukan.
Laporan dari akun X @mvcalcio mengungkap situasi yang berkembang. Disebutkan: “Como tidak lagi begitu yakin untuk menebus Alvaro Morata, mengingat angka yang disepakati (9 juta euro) dan performa yang ditunjukkan sejauh ini oleh pemain Spanyol tersebut (hanya satu gol di Coppa Italia).”
Performa Minim, Harga Jadi Beban
Angka 9 juta euro sebenarnya tidak terlalu besar dalam lanskap sepak bola modern. Namun, performa Alvaro Morata yang belum meyakinkan membuat nilai tersebut terasa berat bagi Como.
Baca Juga: Bursa Transfer Serie A : AC Milan Prioritaskan Mario Gila, Persaingan Sengit dengan Rival Serie A
Satu gol di ajang Coppa Italia jelas jauh dari ekspektasi untuk seorang striker dengan pengalaman internasional.
Dalam sepak bola, angka tak pernah bohong—dan itu kini menjadi dasar keraguan Como yang diarsiteki Cesc Fabregas.
Milan Bergerak Cepat Antisipasi
Situasi ini membuat AC Milan tidak tinggal diam. Klub sudah mulai menyusun langkah antisipatif jika Morata benar-benar kembali ke San Siro.
Masih dari sumber yang sama: “Rossoneri sudah bekerja untuk mencari penempatan baru, kecuali jika Max Allegri meminta untuk mempertahankannya.”
Artinya, Milan membuka dua kemungkinan: melepas kembali Morata ke klub lain, atau justru mempertahankannya—tergantung keputusan pelatih.
Faktor Allegri Jadi Kunci
Nama Massimiliano Allegri kembali menjadi variabel penting. Jika ia melihat potensi dalam diri Morata, bukan tidak mungkin sang striker akan diberi kesempatan kedua.
Namun jika tidak, Milan harus bergerak cepat mencari solusi agar pemain tidak menjadi beban dalam skuad.
Morata di Ujung Persimpangan
Situasi Alvaro Morata saat ini mencerminkan fase krusial dalam kariernya. Dari pemain dengan reputasi besar, kini ia harus menghadapi realita performa yang belum stabil.
Bagi Milan, ini bukan sekadar soal satu pemain, tetapi manajemen aset. Salah langkah bisa berdampak pada keseimbangan tim dan finansial.
Jika Como mundur, maka bola sepenuhnya berada di tangan Milan. Dan di titik inilah keputusan besar akan diambil: memberi kesempatan kedua, atau menutup lembaran yang belum sempat benar-benar terbuka. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni