RADARTUBAN – Kepastian akhirnya datang. Penyerang asal Uzbekistan, Eldor Shomurodov, kini resmi menjadi milik İstanbul Başakşehir secara permanen setelah klausul pembelian dalam kontraknya terpenuhi.
Kabar ini disampaikan oleh jurnalis transfer Nicolò Schira melalui akun X miliknya.
“Eldor Shomurodov kini menjadi pemain Basaksehir secara permanen. Klausul kewajiban pembelian (€ 2,8 juta) dari AS Roma telah terpenuhi. Kontrak hingga 2029. Roma juga akan mendapatkan 10% dari penjualan di masa depan.” tulis Schira dalam laporannya.
Akhir dari Masa Tak Pasti
Kepindahan ini menutup fase penuh ketidakpastian bagi Shomurodov selama berada di AS Roma.
Sempat datang dengan ekspektasi tinggi, ia kesulitan menemukan konsistensi di tengah ketatnya persaingan lini depan.
Baca Juga: Roma Tetap Percaya Gasperini, Friedkin Kirim Sinyal Kuat Usai Hari-Hari Penuh Tekanan
Namun di Basaksehir, cerita itu berubah. Kepercayaan yang diberikan klub Turki tersebut menjadi kunci hingga akhirnya klausul pembelian wajib diaktifkan.
Investasi Murah, Potensi Besar
Dengan nilai € 2,8 juta, Basaksehir bisa dibilang mendapatkan pemain berpengalaman dengan harga relatif terjangkau.
Kontrak hingga 2029 menunjukkan komitmen jangka panjang—bukan sekadar solusi sementara.
Bagi Roma, kesepakatan ini tetap menyisakan keuntungan strategis. Klausul 10 persen dari penjualan berikutnya memberi peluang pemasukan tambahan jika performa Shomurodov kembali menanjak di masa depan.
Win-Win Solution untuk Semua Pihak
Transfer ini mencerminkan situasi ideal: pemain mendapatkan stabilitas, klub pembeli memperoleh aset yang sudah teruji, sementara klub penjual tetap menjaga potensi keuntungan.
Dalam sepak bola modern, skema seperti ini semakin umum—mengurangi risiko sekaligus membuka peluang nilai tambah di kemudian hari.
Babak Baru Karier Shomurodov
Kini, tantangan sebenarnya dimulai. Status permanen berarti ekspektasi juga meningkat. Shomurodov tak lagi sekadar pemain pinjaman—ia adalah bagian inti dari proyek klub.
Jika mampu menjaga performa dan konsistensi, bukan tidak mungkin namanya kembali mencuri perhatian di level yang lebih tinggi. Dan ketika itu terjadi, Roma masih punya bagian dalam cerita tersebut.
Satu transfer, tiga kepentingan, dan satu harapan besar: kebangkitan karier yang sempat meredup. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni