RADARTUBAN - Cedera Lamine Yamal menjadi perhatian publik sepak bola setelah pemain muda Lamine Yamal itu mengalami masalah hamstring saat membela FC Barcelona menghadapi Celta Vigo.
Insiden tersebut terjadi dalam laga yang berakhir dengan kemenangan tipis 1–0 untuk Barcelona.
Yamal mencetak gol melalui titik penalti yang sekaligus menjadi penentu kemenangan timnya.
Namun, setelah momen tersebut, ia terlihat kesakitan dan langsung terjatuh di lapangan.
Baca Juga: Gol ke-50 Lamine Yamal Bikin Geger La Liga, Lebih Cepat dari Messi dan Ronaldo
Kronologi Cedera Saat Laga Penting
Cedera Lamine Yamal terjadi di tengah euforia kemenangan yang seharusnya menjadi kabar baik bagi Barcelona.
Situasi berubah menjadi kekhawatiran ketika pemain berusia muda itu tidak mampu melanjutkan pertandingan.
Tim medis segera memberikan penanganan awal sebelum Yamal ditarik keluar lapangan.
Laporan awal menyebutkan adanya indikasi cedera serius pada bagian hamstring.
Hasil Pemeriksaan dan Pernyataan Resmi Klub
Pihak klub kemudian melakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan kondisi sang pemain.
Dalam pernyataan resmi, Barcelona menyampaikan hasil diagnosis terhadap cedera tersebut.
“Tes telah mengonfirmasi bahwa pemain tim utama, Lamine Yamal, mengalami cedera hamstring pada kaki kirinya.”
Pernyataan itu menegaskan bahwa cedera Lamine Yamal memang terjadi pada bagian krusial bagi seorang pemain sepak bola.
Meski demikian, pihak klub tidak merinci tingkat keparahan cedera yang dialami.
Barcelona hanya menyebutkan bahwa Yamal akan menjalani perawatan konservatif tanpa tindakan operasi.
Perkiraan Waktu Pemulihan Yamal
Cedera Lamine Yamal diperkirakan tidak masuk kategori paling parah berdasarkan pendekatan perawatan yang dipilih.
Menurut laporan media Spanyol, tim medis memperkirakan waktu pemulihan sekitar lima minggu.
Prediksi tersebut mengarah pada diagnosis cedera hamstring tingkat dua atau Grade 2.
Kondisi ini tetap membutuhkan perhatian serius karena berisiko kambuh jika tidak ditangani dengan tepat.
Barcelona juga memastikan bahwa Yamal tidak akan bermain hingga akhir musim 2025–2026.
Keputusan ini diambil untuk menjaga kondisi pemain agar pulih secara maksimal.
Peluang Tampil di Piala Dunia 2026
Cedera Lamine Yamal juga memunculkan kekhawatiran terkait peluang tampil di Piala Dunia FIFA 2026.
Turnamen tersebut dijadwalkan berlangsung mulai 11 Juni mendatang.
Jika proses pemulihan berjalan sesuai rencana, Yamal diperkirakan sudah bisa kembali sebelum turnamen dimulai.
Bahkan, ia berpeluang tampil saat laga pembuka bersama Tim Nasional Spanyol.
Namun, tim medis dipastikan akan berhati-hati dalam menentukan waktu comeback sang pemain.
Risiko Cedera Kambuhan Jadi Perhatian
Cedera Lamine Yamal menjadi perhatian serius karena jenis cedera hamstring memiliki risiko kambuh yang cukup tinggi.
Kesalahan dalam proses pemulihan bisa berdampak pada performa jangka panjang pemain.
Oleh karena itu, pendekatan konservatif dinilai sebagai langkah terbaik saat ini.
Tim pelatih dan medis Barcelona akan memantau perkembangan Yamal secara intensif.
Langkah ini dilakukan agar sang pemain dapat kembali dalam kondisi terbaik tanpa risiko cedera berulang. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni