RADARTUBAN – Drama bursa transfer musim panas mulai memanas, dan kali ini melibatkan nasib klub sekaligus masa depan seorang pemain.
Tottenham Hotspur dikabarkan telah mencapai kesepakatan penuh dengan bek Argentina, Marcos Senesi.
Namun, transfer ini belum sepenuhnya aman—satu syarat mutlak masih menggantung: bertahan di Premier League.
Kesepakatan Tercapai, Detail Kontrak Sudah Jelas
Dalam laporan terbaru disebutkan: “Tottenham Hotspur telah mencapai kesepakatan total dengan Marcos Senesi untuk transfer gratis pada musim panas.” tulis akun X @KrrishFT.
Baca Juga: Bursa Transfer Serie A : Rumor Ordonez ke Juventus Dibantah, Premier League Justru Bergerak
Tak hanya itu, detail kontrak juga sudah disepakati: “Marcos Senesi telah menyetujui kontrak empat tahun hingga Juni 2030, dengan opsi perpanjangan satu musim lagi hingga Juni 2031. Gaji sekitar 5,5 juta poundsterling per musim termasuk bonus.”
Angka tersebut menegaskan bahwa Spurs benar-benar serius menjadikan Senesi yang kini memperkuat AFC Bournemouth sebagai pilar baru di lini belakang.
Restu Pelatih dan Faktor Kunci di Balik Layar
Peran pelatih juga tak kalah penting. Roberto De Zerbi disebut sudah berbicara langsung dengan sang pemain.
“Roberto De Zerbi telah berbicara dengan Senesi dan ia menyukai pemain tersebut, serta telah memberikan persetujuan agar Senesi bergabung musim depan.”
Lampu hijau dari pelatih ini menjadi sinyal kuat bahwa Senesi masuk dalam rencana taktik jangka panjang klub.
Syarat Mutlak: Tottenham Harus Selamat
Namun, semua kesepakatan itu masih bersifat kondisional. Disebutkan: “Marcos Senesi dan pihaknya menunggu Tottenham Hotspur bertahan dari degradasi, sebelum ia bisa menandatangani pra-kontrak untuk merampungkan kesepakatan secara resmi.”
Bahkan ditegaskan: “Menghindari degradasi dari Premier League adalah keharusan bagi Tottenham untuk merekrut Marcos Senesi dan Andrew Robertson.”
Artinya, satu hasil buruk di akhir musim bisa meruntuhkan seluruh rencana besar ini.
Banyak Peminat, Tapi Senesi Pilih Spurs
Menariknya, Senesi tidak kekurangan opsi. Pemain 28 tahun itu juga mendapat tawaran dari Chelsea FC, Manchester United, Borussia Dortmund, hingga Juventus.
Namun pilihannya tetap condong ke Tottenham—tentu dengan satu catatan besar: mereka harus tetap berada di kasta tertinggi.
Transfer yang Ditentukan oleh Nasib Klub
Kasus ini menjadi gambaran nyata bahwa transfer tidak selalu soal uang atau negosiasi. Faktor stabilitas klub kini menjadi penentu utama.
Bagi Tottenham, ini bukan sekadar bertahan di liga. Ini tentang menjaga proyek masa depan tetap hidup.
Kehilangan status di Premier League bukan hanya pukulan finansial, tetapi juga memupus peluang mendatangkan pemain top.
Sementara bagi Senesi, keputusan ini adalah perjudian yang terukur. Ia melihat potensi di Tottenham, tetapi cukup realistis untuk menunggu kepastian.
Musim belum berakhir. Namun satu hal sudah jelas: masa depan Senesi kini terikat erat dengan nasib Spurs di papan klasemen. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni