RADARTUBAN – Nama Thiago Motta kembali menghangat jelang bursa transfer musim panas. Mantan pelatih Juventus itu disebut siap kembali ke pinggir lapangan, dengan satu preferensi yang cukup jelas: melanjutkan karier di luar negeri.
Informasi ini diungkap jurnalis transfer Nicolò Schira melalui akun X miliknya. Schira menyoroti langkah Motta dalam beberapa bulan terakhir yang dinilai bukan kebetulan.
“Thiago Motta siap kembali melatih musim panas ini. Preferensinya adalah pergi ke luar negeri. Faktanya, dalam beberapa bulan terakhir ia mengambil kursus bahasa Inggris intensif. Selain klub luar negeri, pantau juga kemungkinan minat Atalanta terhadap mantan pelatih Juventus.” tulis Schira.
Sinyal Kuat ke Luar Negeri
Langkah Motta mengikuti kursus bahasa Inggris secara intensif menjadi detail kecil yang justru berbicara banyak.
Dalam dunia sepak bola modern, adaptasi bahasa adalah kunci membuka pintu ke kompetisi elite Eropa.
Ini bukan sekadar persiapan teknis, melainkan sinyal bahwa Motta serius menargetkan proyek di luar Italia—baik di Premier League, Ligue 1, atau bahkan liga lain yang menawarkan tantangan berbeda.
Atalanta Masuk Perhitungan
Meski condong ke luar negeri, peluang Motta tetap bertahan di Serie A belum sepenuhnya tertutup. Atalanta muncul sebagai kandidat yang patut diperhatikan.
Ketertarikan ini tidak lepas dari situasi internal Atalanta yang sedang melakukan evaluasi terhadap kursi pelatih yang kini ditempati Raffaele Palladino.
Jika terjadi perubahan arah, Motta bisa menjadi sosok ideal: muda, fleksibel secara taktik, dan memiliki pengalaman menangani klub besar.
Momentum Kebangkitan Karier
Bagi Motta, musim panas ini bukan sekadar kembali bekerja—tetapi tentang membangun ulang reputasi.
Setelah pengalaman bersama Juventus yang penuh tekanan, Motta kini berada di fase refleksi sekaligus pembuktian.
Pilihan klub berikutnya akan sangat menentukan. Salah langkah, kariernya bisa stagnan.
Namun jika tepat, Motta berpeluang mengukir babak baru sebagai pelatih dengan dimensi internasional.
Di tengah dinamika ini, satu hal jelas: Motta tidak sedang menunggu—ia sedang mempersiapkan diri.
Dan sepak bola Eropa mungkin segera menyambutnya kembali dengan cerita yang berbeda. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni