RADARTUBAN – Masa depan Romelu Lukaku kembali memasuki fase abu-abu. Penyerang asal Belgia itu diperkirakan akan meninggalkan Napoli pada bursa transfer musim panas, di tengah situasi yang jauh dari ideal bagi kariernya di Italia.
Kabar ini disampaikan jurnalis transfer Matteo Moretto yang mengungkapkan adanya keinginan pribadi Lukaku untuk kembali ke kota Milan—tempat di mana ia pernah mencapai puncak performa.
“Lukaku diperkirakan akan meninggalkan Napoli musim panas ini dan bermimpi untuk kembali ke kota Milan. Pintu tertutup di Inter dan Milan sedang melihat opsi lain. Skenario paling mungkin adalah Lukaku meninggalkan Serie A.” tulis Moretto.
Baca Juga: Masa Depan Conte di Napoli Dipertanyakan, Sarri dan Maresca Masuk Kandidat Pengganti
Mimpi Lama yang Tak Lagi Realistis
Keinginan Lukaku kembali ke Milan bukan tanpa alasan. Ia pernah menjadi ikon di Inter Milan, membawa klub meraih Scudetto dan tampil dominan sebagai striker utama. Namun, situasi kini berubah drastis.
Inter disebut telah menutup pintu rapat untuk reuni. Sementara AC Milan justru bergerak ke arah berbeda, memburu profil striker lain yang lebih sesuai dengan proyek jangka panjang mereka.
Napoli dan Ketidakcocokan yang Mengemuka
Di Napoli, Lukaku tak sepenuhnya menemukan ritme terbaiknya. Ekspektasi tinggi tidak selalu berbanding lurus dengan kontribusi di lapangan.
Dalam sepak bola, reputasi masa lalu sering kali tak cukup untuk menjamin tempat di masa kini.
Situasi ini membuat perpisahan terasa seperti jalan tengah—bukan hanya bagi klub, tetapi juga bagi sang pemain yang butuh lingkungan baru untuk menghidupkan kembali ketajamannya.
Keluar dari Serie A, Jalan Paling Masuk Akal
Dengan tertutupnya dua pintu utama di Milan, opsi paling realistis kini adalah meninggalkan Serie A.
Liga lain bisa menawarkan ruang baru, tekanan berbeda, dan mungkin—kesempatan kedua.
Bagi Lukaku, ini bukan sekadar soal pindah klub. Ini tentang mencari kembali identitasnya sebagai penyerang elite Eropa.
Dan jika Italia tak lagi memberi ruang, maka dunia luar bisa menjadi panggung berikutnya.
Musim panas belum dimulai, tetapi arah cerita Lukaku sudah terasa: menjauh dari Italia, dan mungkin, dari kenangan yang tak lagi bisa diulang. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni