Paolo Maldini Berpotensi Gabung FIGC Jika Malagò Terpilih Presiden, Pembicaraan Sudah Berlangsung

Tulus Widodo • Dipublikasikan Sabtu, 2 Mei 2026 | 12:29 WIB
Paolo Maldini berpeluang masuk FIGC jika Giovanni Malagò jadi presiden
Paolo Maldini berpeluang masuk FIGC jika Giovanni Malagò jadi presiden

RADARTUBAN – Nama besar legenda Serie A, Paolo Maldini kembali mencuat ke permukaan.

Kali ini bukan sebagai pemain atau direktur klub, melainkan calon figur penting di level federasi. 

Pembicaraan serius disebut tengah berlangsung untuk membawanya masuk ke struktur FIGC mulai Juli mendatang.

Kabar ini diungkap jurnalis transfer Italia Nicolò Schira melalui akun X miliknya. 

“Pembicaraan sedang berlangsung untuk Paolo Maldini di FIGC mulai Juli. Giovanni Malagò mendorong agar mantan direktur teknik AC Milan itu masuk dalam stafnya, jika ia menjadi Presiden FIGC.” tulis Schira dalam laporannya.

Baca Juga: Legenda AC Milan Paolo Maldini Gandeng NH Collection, Proyek Properti Prestisius di Uni Emirat Arab

Dari Ikon Milan ke Panggung Federasi

Maldini bukan nama sembarangan dalam sepak bola Italia. Legenda AC Milan itu telah lama dikenal sebagai simbol loyalitas dan kepemimpinan. 

Setelah gantung sepatu, Maldini melanjutkan kiprah sebagai direktur teknik dan berperan dalam membangun kembali kekuatan Milan hingga kembali kompetitif di level domestik maupun Eropa.

Kini, peluang baru terbuka—naik ke level yang lebih luas, memengaruhi arah sepak bola Italia secara keseluruhan.

 

Malagò dan Misi Besar FIGC

Sosok Giovanni Malagò menjadi kunci dalam skenario ini. Ia dikabarkan ingin membawa Maldini sebagai bagian dari timnya jika berhasil menduduki kursi Presiden FIGC.

Langkah ini bukan sekadar strategi politik, melainkan sinyal perubahan. FIGC membutuhkan figur kuat dengan kredibilitas tinggi untuk memperbaiki fondasi sepak bola Italia yang dalam beberapa tahun terakhir kerap menghadapi tantangan, baik di level tim nasional maupun pengelolaan kompetisi.

Lebih dari Sekadar Nama Besar

Menghadirkan Maldini tentu bukan hanya soal popularitas. Mantan kapten Milan itu dikenal memiliki visi teknis, pengalaman manajerial, dan pemahaman mendalam tentang sepak bola modern.

Namun, tantangannya juga tidak kecil. Berpindah dari klub ke federasi berarti menghadapi dinamika yang lebih kompleks—dari kepentingan politik hingga tekanan publik yang lebih luas.

Menunggu Kepastian Juli

Meski pembicaraan telah berlangsung, semuanya masih bergantung pada satu faktor utama: apakah Malagò benar-benar terpilih sebagai Presiden FIGC.

Jika skenario ini terwujud, Italia bisa memasuki babak baru dengan kombinasi kepemimpinan administratif dan teknis yang kuat. 

Maldini, yang selama ini identik dengan lapangan hijau, berpotensi menjadi arsitek di balik layar—mengubah arah sepak bola Italia dari pusat kendali tertinggi.

Untuk saat ini, publik hanya bisa menunggu. Namun satu hal pasti, setiap langkah Maldini selalu membawa bobot sejarah—dan mungkin, masa depan. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
Sumber : Nicolò Schira
figc Giovanni Malango serie A paolo maldini