RADARTUBAN - Laga Persebaya vs PSBS Biak yang digelar pada Sabtu, (2/4) lalu tidak hanya menyajikan pertandingan sepak bola, tetapi juga menghadirkan kisah inspiratif dari tiga Bonek tunanetra di Stadion Gelora Bung Tomo.
Pertandingan yang digelar pada Sabtu sore itu berlangsung meriah dengan dukungan penuh dari suporter Persebaya.
Di tengah euforia tersebut, hadir tiga Bonek tunanetra yang mencuri perhatian publik karena semangat mereka.
Mereka adalah Dewa serta kakak beradik Brian dan Ade yang berasal dari Surabaya.
Kehadiran Bonek tunanetra ini menjadi simbol bahwa sepak bola bisa dinikmati oleh siapa saja tanpa batasan.
Baca Juga: Analisa dan Prediksi Skor Persebaya vs PSBS Biak: Tuan Rumah Unggul Segalanya
Cara Berbeda Menikmati Persebaya
Bagi sebagian orang, menonton pertandingan di stadion identik dengan visual di lapangan.
Namun, bagi Bonek tunanetra, pengalaman itu dibangun dari suara dan imajinasi.
Dewa menjelaskan bahwa mereka tetap bisa mengikuti pertandingan Persebaya dengan cara unik.
“Kami menikmati pertandingan dari suara komentator. Dari situ kami bisa memahami jalannya permainan dan membayangkan apa yang terjadi di lapangan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa mengenali nama pemain menjadi kunci penting.
“Kalau sudah hafal nama-nama pemain, kami bisa tahu siapa yang menguasai bola. Dari situ kami membangun gambaran sendiri di pikiran, seperti menonton dengan cara kami,” tuturnya.
Metode tersebut membuat mereka tetap terhubung dengan jalannya pertandingan Persebaya vs PSBS Biak.
Atmosfer Stadion Gelora Bung Tomo yang Menggetarkan
Suasana di Stadion Gelora Bung Tomo menjadi pengalaman baru bagi ketiganya.
Gemuruh suara suporter Persebaya memberikan sensasi yang tidak bisa digantikan.
Nyanyian khas tribun membuat suasana semakin hidup sepanjang pertandingan.
Dewa mengaku merasakan getaran emosi yang berbeda saat berada langsung di stadion.
“Senang sekali bisa jadi bagian dari suporter di stadion. Saya suka suasananya, apalagi saat semua menyanyikan Song for Pride bersama. Rasanya merinding,” katanya.
Atmosfer Stadion Gelora Bung Tomo menjadi jembatan emosional bagi Bonek tunanetra untuk merasakan pertandingan.
Kemenangan Persebaya Menambah Kebahagiaan
Dalam laga Persebaya vs PSBS Biak, tim tuan rumah berhasil meraih kemenangan telak.
Persebaya menang dengan skor 4-0 atas PSBS Biak di Stadion Gelora Bung Tomo.
Hasil ini disambut gembira oleh seluruh pendukung, termasuk Bonek tunanetra.
Kemenangan tersebut membuat pengalaman mereka semakin berkesan.
Persebaya kembali menunjukkan performa solid di hadapan pendukungnya sendiri.
Sepak Bola Tanpa Batas
Kehadiran Bonek tunanetra membuktikan bahwa sepak bola adalah ruang inklusif.
Persebaya tidak hanya menjadi klub, tetapi juga simbol kebersamaan.
Di Stadion Gelora Bung Tomo, semua orang bisa merasakan energi yang sama.
Bonek tunanetra menjadi contoh nyata bahwa keterbatasan bukan penghalang.
Mereka menikmati Persebaya dengan cara yang berbeda namun tetap penuh makna.
Persebaya vs PSBS Biak akhirnya bukan sekadar pertandingan, tetapi juga cerita tentang kemanusiaan.
Semangat dari Bonek tunanetra menjadi pengingat bahwa cinta terhadap sepak bola tidak memiliki batas.
Persebaya, bagi mereka, bukan hanya tontonan tetapi juga pengalaman yang bisa dirasakan sepenuh hati. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni