RADARTUBAN — Musim belum benar-benar usai, tetapi arah masa depan AS Roma mulai digambar jelas. Pelatih Gian Piero Gasperini disebut telah menyusun daftar kebutuhan yang cukup ambisius untuk bursa transfer Serie A musim panas mendatang.
Informasi ini diungkap jurnalis Italia, Nicolò Schira, yang menyoroti besarnya skala perubahan yang diinginkan Gasperini.
“Gian Piero Gasperini menginginkan enam pemain baru untuk AS Roma pada bursa transfer musim panas: satu bek tengah, satu bek kiri, satu gelandang, dua winger, dan satu pelapis Malen.” tulis Schira.
Daftar Belanja yang Tidak Main-Main
Permintaan enam pemain sekaligus menegaskan bahwa Roma tidak sekadar ingin menambal kekurangan, tetapi melakukan perombakan terstruktur.
Setiap posisi yang diminta mencerminkan kebutuhan spesifik dalam sistem permainan Gasperini yang dikenal agresif dan dinamis.
Kehadiran dua winger, misalnya, menunjukkan betapa pentingnya eksplosivitas di sisi lapangan.
Sementara tambahan gelandang dan bek mempertegas kebutuhan keseimbangan antara menyerang dan bertahan.
Peran “Vice Malen” yang Krusial
Menariknya, Gasperini juga secara spesifik meminta pelapis untuk Donyell Malen. Ini mengindikasikan bahwa peran Malen akan menjadi sentral dalam skema permainan Roma musim depan.
Artinya, bukan hanya kedalaman skuad yang dibangun, tetapi juga struktur serangan yang lebih terarah dan bergantung pada profil pemain tertentu.
Tantangan Finansial dan Realisasi
Namun, ambisi besar selalu datang dengan tantangan besar. Mengamankan enam pemain baru bukan perkara mudah, terutama dari sisi finansial dan negosiasi.
Roma harus cermat dalam memilih target agar tidak sekadar banyak, tetapi juga tepat guna.
Selain itu, integrasi pemain baru dalam jumlah besar juga membutuhkan waktu—sebuah faktor yang sering kali menentukan keberhasilan proyek jangka pendek.
Revolusi atau Risiko?
Langkah Gasperini bisa menjadi titik balik bagi Roma, tetapi juga menyimpan risiko.
Revolusi skuad dalam skala besar kerap menghasilkan dua kemungkinan ekstrem: lonjakan performa atau justru ketidakseimbangan tim.
Namun satu hal yang pasti, Roma tidak ingin berjalan di tempat. Dengan visi yang jelas dan kebutuhan yang spesifik, mereka sedang bersiap memasuki fase baru.
Kini, pertanyaan besarnya bukan lagi “siapa yang datang”, tetapi apakah semua rencana ini bisa benar-benar diwujudkan di tengah kerasnya persaingan bursa transfer Eropa. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni