RADARTUBAN — Persaingan koefisien UEFA musim ini berakhir dengan cara yang nyaris mustahil ditulis ulang lebih dramatis.
Spanyol resmi mengamankan satu tiket tambahan ke Liga Champions musim 2026/2027 setelah momen heroik terjadi pada menit 90+4 dalam laga yang melibatkan wakil La Liga, Rayo Vallecano.
Satu penyelamatan penalti di detik-detik akhir menjadi penentu nasib sepak bola Spanyol di Eropa.
Hasil itu memastikan Jerman tidak lagi mampu mengejar perolehan poin koefisien UEFA milik Negeri Matador.
Kabar tersebut dikonfirmasi akun statistik sepak bola Eropa, Football Meets Data, melalui unggahan di X.
“Spanyol mendapatkan satu tiket tambahan Liga Champions untuk musim 2026/27. Tim peringkat kelima La Liga akan bermain di Liga Champions. Situasi luar biasa terjadi ketika kiper Rayo Vallecano menggagalkan penalti pada menit 90+4 yang memastikan Jerman tidak bisa lagi mengejar Spanyol. Penutup yang sangat layak untuk persaingan koefisien yang luar biasa,” tulis akun @fmeetsdata.
Persaingan Koefisien UEFA Berlangsung Brutal
Musim ini menjadi salah satu perebutan koefisien UEFA paling ketat dalam beberapa tahun terakhir.
Inggris nyaman di posisi pertama dengan 28.125 poin. Namun perebutan slot kedua berlangsung panas antara Spanyol dan Jerman.
Pada akhirnya, Spanyol finis dengan 22.093 poin, unggul tipis atas Jerman yang mengoleksi 21.785 poin.
Selisih kecil itu ternyata ditentukan oleh satu momen emosional di penghujung pertandingan.
Sistem baru UEFA memang memberi hadiah tambahan tiket Liga Champions kepada dua negara dengan performa terbaik di kompetisi Eropa setiap musimnya.
Artinya, posisi kelima klasemen La Liga musim depan otomatis mendapat tempat di fase utama Liga Champions.
La Liga Diuntungkan, Bundesliga Gigit Jari
Keberhasilan ini menjadi napas besar bagi La Liga yang dalam beberapa musim terakhir mulai mendapat tekanan dari Bundesliga dan Premier League dalam ranking kompetisi Eropa.
Tambahan slot tersebut bukan hanya soal prestise, tetapi juga uang dalam jumlah besar.
Klub peringkat kelima La Liga kini berpeluang meraih pemasukan puluhan juta euro dari Liga Champions.
Di sisi lain, kegagalan Jerman mengejar Spanyol terasa menyakitkan. Bundesliga sempat memiliki peluang terbuka, namun akhirnya tumbang karena detail kecil yang berubah menjadi sejarah besar.
Dan ironisnya, sejarah itu lahir dari satu penyelamatan penalti pada menit 90+4.
Sebuah momen yang mungkin akan terus dikenang fans sepak bola Spanyol selama bertahun-tahun. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni