RADARTUBAN – Kekalahan demi kekalahan mulai mengubah atmosfer di sekitar AC Milan menjadi penuh tekanan.
Saat persaingan Serie A memasuki fase penentuan, Rossoneri justru terlihat kehilangan tenaga, arah permainan, dan stabilitas mental.
Situasi itu memicu kritik tajam dari legenda klub, Alessandro Costacurta.
Teranyar, Milan tumbang dramatis 2-3 dari Atalanta BC di San Siro, Senin (11/5) dini hari WIB.
Sebelum itu, tim asuhan Massimiliano Allegri juga dipermalukan US Sassuolo Calcio dengan skor 0-2 pada giornata ke-35 Serie A.
Rentetan hasil buruk tersebut memperbesar sorotan terhadap kebijakan manajemen Milan dalam dua musim terakhir.
Costacurta Sentil Keputusan Manajemen Milan
Dalam wawancara bersama Sky Sport Italia, Costacurta menilai Milan kehilangan identitas dan energi pada momen paling krusial musim ini.
Ia secara terbuka menyinggung keputusan klub memecat Paolo Maldini sebagai kesalahan besar.
“Milan tiba di momen paling penting musim ini dengan napas yang pendek. Mengusir Maldini adalah sebuah kesalahan. Sangat jelas terlihat bahwa banyak keputusan yang salah. Paolo saat itu berhasil menciptakan lingkungan yang memberi energi, hal positif, dan keberanian,” ujar Costacurta.
Komentar tersebut langsung memantik perdebatan di kalangan tifosi. Sebab, sejak kepergian Maldini dari jajaran direksi, Milan dinilai kehilangan figur pemersatu yang selama ini menjadi penghubung antara ruang ganti, pelatih, dan manajemen klub.
Milan Kehilangan Aura Juara
Kekalahan dari Atalanta menjadi gambaran nyata rapuhnya Milan musim ini. Bermain di depan publik sendiri, Rossoneri sempat menunjukkan respons agresif.
Namun koordinasi lini belakang kembali menjadi titik lemah yang dimanfaatkan lawan.
Yang paling mengkhawatirkan bukan hanya hasil akhir, tetapi menurunnya mental bertanding tim. Milan terlihat mudah panik ketika berada dalam tekanan.
Situasi berbeda dibanding era ketika Maldini masih aktif membangun fondasi tim pasca scudetto 2022.
Kritik Costacurta pun terasa relevan. Sebab persoalan Milan saat ini tidak sekadar soal taktik atau performa pemain, melainkan hilangnya keseimbangan internal klub.
Tekanan untuk Allegri Semakin Besar
Di tengah performa inkonsisten, tekanan kini mengarah kepada Allegri. Eks pelatih Juventus FC itu mulai dipertanyakan karena belum mampu menghadirkan stabilitas permainan.
Jika situasi tak segera membaik, Milan terancam menutup musim dengan kegagalan total.
Dan di San Siro, ketika hasil mulai memburuk, suara-suara nostalgia terhadap sosok Maldini kembali terdengar semakin keras. (*)
Editor : Hardiyati Budi AnggraeniSumber : sky sport Italia