RADARTUBAN - Vinicius Junior Hampir Gabung Barcelona menjadi fakta menarik yang baru diungkap mantan presiden Barcelona, Josep Maria Bartomeu.
Pernyataan itu membuka kembali cerita lama soal transfer Vinicius Junior yang nyaris membawa pemain asal Brasil tersebut ke Camp Nou.
Kini, Vinicius dikenal sebagai salah satu ikon Real Madrid setelah tampil gemilang bersama klub ibu kota Spanyol itu.
Namun jauh sebelum bersinar di Santiago Bernabeu, Josep Maria Bartomeu mengklaim Barcelona sudah lebih dulu menjalin komunikasi intensif dengan keluarga sang pemain.
Baca Juga: Barcelona Pantau Evan Ndicka, AS Roma Terancam Kehilangan Bek Andalan
“Vinicius memang masuk dalam radar klub. Kami berbicara dengan keluarganya, dengan agennya, dan saat itu sebenarnya sudah ada kesepakatan awal,” kata Bartomeu kepada ESPN Deportes.
Pernyataan tersebut memperkuat rumor lama bahwa Vinicius Junior Hampir Gabung Barcelona saat usianya masih 16 tahun.
Saat itu, transfer Vinicius Junior menjadi perhatian banyak klub elite Eropa.
Real Madrid Menang dalam Perburuan
Meski negosiasi berjalan positif, Real Madrid akhirnya sukses menikung Barcelona.
Bartomeu mengakui Los Blancos datang dengan tawaran yang lebih menarik.
“Namun, Madrid kemungkinan memberikan tawaran yang lebih baik daripada Barcelona dan akhirnya mendapatkan Vinicius.”
Dalam proses transfer Vinicius Junior, Madrid menebusnya dari Flamengo dengan nilai 46 juta euro, angka itu setara sekitar Rp811 miliar.
Nilai tersebut menjadi investasi besar untuk pemain muda Brasil kala itu.
Menariknya, Vinicius pernah menyebut Barcelona sebenarnya memberi penawaran finansial lebih tinggi.
Baca Juga: AS Monaco Siap Permanenkan Ansu Fati dari Barcelona, Kontrak Panjang hingga Tahun 2030
Namun faktor kedekatan dengan pemain Brasil di Real Madrid seperti Marcelo dan Casemiro membuat keputusan berubah.
Hal inilah yang membuat Vinicius Junior Hampir Gabung Barcelona akhirnya hanya menjadi cerita yang tak pernah terwujud.
Josep Maria Bartomeu Juga Pernah Dekati Mbappe
Selain gagal dalam transfer Vinicius Junior, Josep Maria Bartomeu juga mengungkapkan Barcelona sempat mencoba merekrut Kylian Mbappe.
Saat itu Mbappe masih membela AS Monaco.
“Monaco meminta nilai transfer yang sangat tinggi, yang sebenarnya mampu dibayar Barcelona saat itu. Kami adalah klub dengan pemasukan terbesar di dunia dan kondisi keuangan yang sangat baik,” ungkapnya.
Bartomeu menegaskan kondisi finansial klub kala itu memungkinkan transfer besar.
Namun keputusan akhir tetap berada di tangan pemain.
“Saya ingat sempat berbicara beberapa kali dengan ayah Mbappe. Namun, PSG memberikan tekanan besar kepada Monaco, dan saya rasa Mbappe juga lebih memilih bergabung dengan klub Prancis,” jelas Bartomeu.
PSG akhirnya menebus Mbappe secara permanen dengan biaya 180 juta euro.
Jika dirupiahkan, nilai itu setara sekitar Rp3,17 triliun.
Kegagalan tersebut membuat Josep Maria Bartomeu kehilangan dua talenta besar sekaligus.
Barcelona Kini Punya Generasi Baru
Walau Vinicius Junior Hampir Gabung Barcelona, klub Catalan kini memiliki fondasi baru.
Nama seperti Raphinha dan Lamine Yamal menjadi tulang punggung lini depan.
Keduanya dinilai mampu menjaga daya saing Barcelona di level tertinggi.
Sementara itu, Real Madrid menikmati hasil luar biasa dari transfer Vinicius Junior.
Pemain Brasil itu telah mempersembahkan dua trofi Liga Champions dan tiga gelar La Liga.
Cerita Vinicius Junior Hampir Gabung Barcelona pun kini menjadi salah satu kisah transfer paling menarik dalam sejarah rivalitas Barcelona dan Real Madrid.
Fakta yang diungkap Josep Maria Bartomeu menjadi bukti bahwa satu keputusan kecil bisa mengubah sejarah sepak bola dunia. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni