RADARTUBAN – Perebutan tiket UEFA Champions League dari Serie A musim ini berubah menjadi pertarungan brutal menjelang akhir kompetisi. Tidak hanya soal gengsi, posisi empat besar kini menjadi penentu masa depan klub-klub elite Italia.
Data probabilitas terbaru dari akun statistik sepak bola @FootRankings memperlihatkan peta persaingan yang semakin panas.
Inter Milan sudah dipastikan aman di zona Liga Champions, sementara Napoli memiliki peluang nyaris sempurna dengan angka 99 persen.
Baca Juga: Bursa Transfer Serie A : Paulo Dybala Rela Potong Gaji Demi Bertahan di AS Roma
Namun drama sesungguhnya justru terjadi di bawah mereka. Juventus masih memiliki peluang 76 persen untuk finis empat besar.
Sementara AS Roma berada di angka 55 persen, hanya sedikit unggul dari AC Milan yang mencatat 51 persen.
Yang mengejutkan, Como 1907 juga masih memiliki peluang meski hanya sebesar 19 persen.
AC Milan dan Roma dalam Tekanan Besar
Persaingan antara Roma dan AC Milan kini terasa seperti duel hidup-mati. Selisih peluang yang sangat tipis menunjukkan bahwa satu hasil buruk saja bisa mengubah seluruh peta klasemen.
Roma terlihat mulai menemukan stabilitas dalam beberapa pekan terakhir. Namun tekanan kepada klub ibu kota itu tetap besar karena jadwal akhir musim tidak sepenuhnya mudah.
Di sisi lain, AC Milan justru menghadapi situasi emosional lebih rumit. Kritik terhadap konsistensi permainan dan masa depan proyek klub mulai muncul dari tifosi sendiri.
Jika gagal lolos Liga Champions, dampaknya dipastikan sangat besar terhadap finansial maupun proyek transfer musim depan.
Juventus Belum Benar-Benar Aman
Meski peluang Juventus masih cukup tinggi, posisi mereka sebenarnya belum sepenuhnya aman. Inkonsistensi performa musim ini membuat publik Turin sulit merasa tenang.
Satu kekalahan saja bisa membuka jalan bagi Roma atau Milan untuk menyalip.
Situasi ini membuat setiap pertandingan sisa Serie A terasa seperti final.
Serie A Kembali Jadi Panggung Elite Eropa
Akun @FootRankings juga memastikan Italia akan kembali mengirim empat wakil ke Liga Champions musim 2026/27.
Hal itu menjadi bukti bahwa Serie A perlahan kembali mendapatkan tempat penting di sepak bola Eropa setelah beberapa tahun sempat kehilangan dominasi.
Kini, menjelang garis akhir musim, pertanyaannya bukan lagi siapa yang paling kuat.
Tetapi siapa yang paling siap menghadapi tekanan besar di momen paling menentukan. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni