RADARTUBAN - Florentino Perez Umumkan Pemilu Real Madrid menjadi kabar besar yang mengejutkan publik sepak bola Eropa.
Keputusan itu muncul di tengah kondisi Real Madrid yang sedang tertekan usai menutup musim tanpa gelar.
Musim ini menjadi tahun kedua secara beruntun bagi Real Madrid gagal meraih trofi.
Situasi tersebut membuat tekanan kepada pelatih Alvaro Arbeloa semakin besar.
Arbeloa sendiri baru beberapa bulan dipercaya menggantikan Xabi Alonso.
Baca Juga: Federico Valverde di Real Madrid Memanas, Desakan Keluar Muncul Usai Konflik dengan Tchouaméni
Masalah internal juga disebut mulai muncul di ruang ganti Real Madrid.
Laporan yang beredar menyebut adanya ketegangan antarpemain saat sesi latihan.
Insiden terbaru bahkan membuat Federico Valverde harus mendapatkan perawatan medis.
Pemain asal Uruguay itu mengalami luka di kepala usai terlibat perselisihan dengan Aurelien Tchouameni.
Kondisi itu membuat spekulasi soal masa depan klub terus berkembang di media Spanyol.
Banyak pihak menduga Perez sedang mempertimbangkan mundur dari jabatannya.
Konferensi Pers Florentino Perez Berubah Panas
Spekulasi itu akhirnya dijawab langsung lewat konferensi pers Florentino Perez setelah rapat darurat dewan direksi selesai digelar.
Kemunculan Perez langsung memantik perhatian besar dari media Spanyol.
Pasalnya, pria berusia 79 tahun itu sangat jarang berbicara secara langsung kepada publik.
Namun alih-alih mundur, ia justru mengumumkan agenda besar terkait pemilu Real Madrid.
Baca Juga: Marco Silva Masuk Radar Benfica, Efek Domino Jika Jose Mourinho ke Real Madrid Mulai Terlihat
“Saya tidak akan mengundurkan diri. Saya telah meminta dewan pemilihan untuk memulai proses pemilu, dan saya bersama jajaran direksi saat ini akan kembali mencalonkan diri.”
Pernyataan itu menegaskan pemilu Real Madrid akan digelar tiga tahun lebih cepat dari jadwal.
Perez juga membantah keras isu soal kondisi kesehatannya.
“Sebuah kampanye absurd telah dibuat untuk menyerang saya secara pribadi. Mereka bertanya, ‘Di mana Florentino?’ Padahal saya memang tidak biasa berbicara. Mereka bilang saya sakit, bahkan mengidap kanker stadium akhir. Faktanya, saya masih memimpin Real Madrid dan ACS. Kondisi kesehatan saya sangat baik.”
Ia melanjutkan dengan nada sindiran kepada pemberitaan di media Spanyol.
“Kalau saya benar-benar mengidap kanker, tentu saya harus berada di pusat onkologi. Mereka bilang saya lelah, saya tua... bahkan ABC menulis bahwa saya sangat lelah. Saya bahkan tidak kenal dengan orang yang menulis itu. Apakah dia ada di sini? Supaya saya bisa menyapanya.”
Perez Tegaskan Loyalitas untuk Real Madrid
Dalam konferensi pers Florentino Perez, ia mengakui hasil buruk musim ini.
Namun ia mengingatkan soal pencapaian panjang klub di bawah kepemimpinannya.
“Musim ini kami memang gagal memenangkan apa pun. Saya adalah orang pertama yang ingin memenangkan semuanya. Tapi saya ingatkan, kami sudah meraih 37 gelar di sepak bola dan 26 gelar di basket.”
Perez menegaskan dirinya akan terus berjuang untuk Real Madrid.
“Saya akan maju lagi untuk membela Madrid, bukan karena ada jurnalis yang berpikir mereka bisa mengintimidasi saya.”
Pernyataan itu memicu respons keras dari sejumlah wartawan dalam konferensi pers Florentino Perez.
Suasana ruangan pun sempat memanas.
Perez bahkan secara langsung menyindir jurnalis Ruben Canizares dari salah satu media Spanyol.
“Jurnalis seperti Ruben Canizares, ya Anda, Anda menciptakan masalah bagi Real Madrid.”
Ia juga menyinggung kualitas pemberitaan yang beredar.
“Hari ini bahkan ada seorang wanita yang menulis, dan saya tidak tahu apakah dia paham soal sepak bola atau tidak.”
Pemilu Real Madrid Jadi Penentu Masa Depan Klub
Keputusan pemilu Real Madrid lebih cepat menjadi sinyal penting.
Langkah itu menunjukkan Perez ingin memastikan stabilitas Real Madrid tetap terjaga.
Kini perhatian publik tertuju pada proses pemilu Real Madrid dan apakah Florentino Perez kembali mendapat dukungan penuh.
Satu hal yang pasti, Florentino Perez Umumkan Pemilu Real Madrid telah membuka babak baru dalam dinamika klub raksasa Spanyol tersebut. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni